Akurat

Starlink Bakal Uji Coba Layanan Internet di IKN Mulai Mei 2024

Rizky Dewantara | 16 April 2024, 13:34 WIB
Starlink Bakal Uji Coba Layanan Internet di IKN Mulai Mei 2024

AKURAT.CO Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi asal Amerika Serikat (AS), Starlink dikabarkan akan mulai melakukan uji coba layanan internet di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Mei 2024.

"(Jadwal pengujiannya) rencananya bulan Mei, kita tunggu saja. Tanggalnya belum, tapi kisaran bulan Mei," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (16/4/2024).

Budi Arie menjelaskan, uji coba tersebut dilakukan di IKN karena teknologi Starlink berbasis satelit, sehingga pengetesan harus dilakukan di daerah yang minim infrastruktur telekomunikasi.

Baca Juga: 6 Satelit Starlink yang Baru Meluncur Bisa Terhubung Langsung ke Ponsel 5G

Dengan demikian, hasil uji coba tersebut dapat memberikan gambaran yang akurat tentang efektivitas dan keandalan layanan di lingkungan yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi memadai seperti di IKN.

Nantinya, kata dia, apabila uji coba tersebut berjalan lancar dan perusahaan telah memenuhi berbagai persyaratan, maka tidak menutup kemungkinan layanan Starlink akan diluncurkan pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada Agustus tahun ini di IKN.

"Kalau uji cobanya berlangsung baik, terus Uji Laik Operasi (ULO) kita keluarkan, dan juga memenuhi semua peraturan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, kita akan izinkan Starlink beroperasi," kata Budi Arie.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut banyak daerah di Indonesia yang masih blank spot, sehingga hadirnya Starlink dapat menjadi jawaban bagi mereka.

Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kominfo, Aju Widya Sari mengatakan satelit internet sangat dibutuhkan di Indonesia lantaran masih banyak desa yang blankspot internet.

Baca Juga: ASN Pindah ke IKN Usai Perayaan HUT Kemerdekaan RI Tahun Ini

"Baru 70 persen desa di Indonesia yang tercover internet dan sisanya masih blankspot," kata Aju di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/11/2023).

Dia menjelaskan, biaya infrastruktur untuk membangun jaringan internet di Indonesia sangat tinggi dan dikeluhkan para operator. Hal tersebut yang membuat pemerintah dalam hal ini Kominfo beralih ke satelit internet.

"Saat ini terdata 1020 desa dan masih banyak lagi yang mengajukan permohonan dari pemda-pemda untuk penanganan desa blankspot," sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.