Akurat

Indonesia Butuh Orang Muda Dorong untuk Agenda Maritim

Dwana Muhfaqdilla | 23 Maret 2024, 19:23 WIB
Indonesia Butuh Orang Muda Dorong untuk Agenda Maritim

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran menggelar Sarasehan dan FGD Maritim bertajuk “Maritim Menuju Indonesia Maju” di Fanta HQ, Jumat (22/3/2024).

Sarasehan dan FGD tersebut sekaligus memperkenalkan Fanta Maritim, sebagai cluster Fanta yang ke 28.

Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Muhammad Arief Rosyid Hasan, menuturkan, Indonesia merupakan negara maritim. Karena itu, ia menyinggung potensi besar maritim Indonesia yang mencapai USD27 Miliar.

Kata Arief, Presiden Jokowi sejak 2014 dan 2019 selalu mendengungkan bahwa begitu pentingnya konsep maritim di Indonesia dari segi ekonomi.

“Pak Presiden Jokowi selalu bicara kita negara maritim tidak boleh memunggungi lautan gitu. Kita tidak boleh memunggungi laut, sungai, dan potensi-potensi yang ada airnya,” kata Arief.

Baca Juga: Dibuka Hari Ini, Ini Link Pendaftaraan dan Syarat RBB 2024

Kendati demikian, kata Arief, gagasan utama Jokowi tersebut belum tersampaikan dengan baik oleh struktur birokrasi.

Sehingga kata Arief, kedepannya, perlu ada terobosan di dunia maritim di era kepemimpinan mendatang Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Karenanya, ia meminta, Fanta Maritim di bawah Makbul Ramadhani, untuk fokus menyusun konsep dan melaksanakan agenda-agenda yang berkaitan dengan kelautan untuk memperkuat Indonesia sebagai negara maritim.

Sebab, kata dia, banyak potensi sumber daya keluatan yang bisa dikelola dengan baik. Yakni kata Arief, dari mulai logistik, transportasi laut, pertambangan laut, potensi perikanan dan lainnya.

Sehingga, Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019 itu menegaskan, Indonesia butuh orang muda untuk fokus mendorong agenda-agenda maritim.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga & Pelindo Lanjutkan Pengembangan PSN Benoa

“Perlu anak-anak muda yang fokus, serius untuk mendorong agenda maritim ini, sehingga kita akhirnya melahirkan banyak anak-anak muda yang siap. Apalagi Fanta ekosistem ini juga akan kita dorong sebagai talent pool, kita persiapkan anak-anak muda yang sehingga kalau dibutuhkan, kami disini punya anak muda di sektor maritim ini,” ucap Arief.

“Jadi hal-hal itu yang memang harus kita siapkan ya, mumpung priodesasi ini masih ada sekitar 7 bulan ya, kita persiapkan. Karena sekarang ada agenda keberlanjutannya, agenda percepatannya, akselerasinya, dan penyempurnaannya. Sehingga di bawah Pak Prabowo Mas Gibran harusnya ini jauh lebih mudah ini, transisinya,” sambungnya.

DKoordinator Fanta Maritim Makbul Ramadhani menyinggung, bahwa program tol laut dari Presiden Jokowi harus terus dilanjutkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo-Gibran. Sebab, kata Makbul, program tol laut bermanfaat untuk masyarakat terpencil, karena dapat mengurangi disparitas harga barang antarwilayah di Indonesia.

“Dari konektivitas nasional saya pikir sudah cukup, tinggal bagaimana berkelanjutan kita optimalkan. Mengoptimalkan kapal yang banyak masuk, perputaran ekonomi di daerah-daerah itu betul-betul hidup, harga-harga barang pokok dan barang penting juga menjadi murah, karena ada program tol laut yang kemudian akan disempurnakan, dilanjutkan oleh Bapak Prabowo dan Mas Gibran,” kata pendiri Marin Nusantara.

Baca Juga: Tidak Ikut ke Vietnam, Marc Klok Pamit

Makbul juga menyebut, bahwa belum ada pelabuhan internasional di Selat Malaka. Sebab, kata dia, setiap tahun sebanyak 80 ribu kapal dan 40 persen ekonomi perdagangan dunia yang melintasi Selat Malaka.

Karena itu, lulusan Prodi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan (Unhan) ini menuturkan, Fanta Maritim tengah menyusun naskah atau konsep Pelabuhan Internasional atau Pelabuhan Samudera di Selat Malaka untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi kami sedang susun naskah untuk diberikan kepada pemerintahan terpilih Bapak Prabowo dan Mas Gibran untuk ikut serta menyusun kebijakan itu, karena kan posisi Indonesia sangat strategis kan. Jadi kita harus betul-betul memanfaatkan posisi strategis untuk meningkatkan perekonomian nasional. Jadi harus ada pelabuhan internasional, kalau kata Bung Karno Pelabuhan Samudera,” kata Makbul.

Karenanya, anak-anak muda kata Makbul, harus ikut mendorong kebijakan agar sektor maritim bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sebab, Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi sumber daya alam di laut dan juga letak strategis Indonesia sebagai negara kepulauan, yang berada di antara dua samudra Hindia dan Pasifik.

Baca Juga: Tiba di MK, TPN Ganjar-Mahfud Serahkan Sejumlah Bukti Gugatan

“Kami menyusun sebuah draf yang akan kita tawarkan nanti sebagai bentuk kita menghimpun pemikiran-pemikiran anak-anak muda. Bagaimana anak-anak muda ikut terlibat mengawal proses kebijakan Bapak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Makbul.

Di kesempatan yang sama, Pegiat Maritim Jefri San meyakini, di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, maritim Indonesia bisa menjadi poros di alur perdagangan. Sebab, banyak potensi laut yang bisa dikembangkan seperti penguatan budaya dan sumber daya maritim, pariwisata hingga pengembangan infrastruktur konektivitas.

“Saya pikir ini saatnya, mungkin di tangan Pak Prabowo dan Mas Gibran, maritim itu benar-benar menjadi poros untuk alur perdagangan kita,” kata Jefri.

Sementara itu, pegiat Maritim Bayu Putro menyoroti pengelolaan limbah sampah di pelabuhan. Sebab, kata dia, dari data Majalah Tempo tahun 2021, limbah sampah yang dihasilkan itu sebanyak 0,68 kilogram sampah per hari. Sehingga untuk mencapai Greenport, perlu ada kerjasama dalam pengelolan sampah di pelabuhan.

Baca Juga: Mantan Istri Meninggal Dunia, Samuel Rizal Tulis Pesan Menyentuh

“Ke depannya, kita mendorong untuk pemerintahan ke depan melakukan sebuah konsesi atau kerjasama tersebut, kerjasama antara pemerintah dan bidang usaha di dalam pengelolaan sampah di Pelabuhan,” ucap Bayu.

Kemudian, Praktisi Maritim Fajar menyarankan, perlunya ada produk-produk maritim yang harus dimunculkan di e-katalog. “Memberikan suatu produk yang bisa menjadi suatu investasi dan mungkin bisa menjadi suatu kebijakan bagaimana bisa tata kelola terhadap penjualan produk-produk yang berhubungan dengan maritim tersebut,” ucap Fajar.

Akademisi Muhammad Syaiful juga menyarankan, perlunya pengembangan digitalisasi di sektor maritim di pemerintahan Prabowo-Gibran. Yakni dari mulai bagaimana menyediakan sebuah jasa layanan yang terdigitalisasi.

“Bagaimana program konektivitas logistik antar pulau dan seterusnya, pelabuhan cerdas berkelanjutan ini juga yang kita akan push melalui FGD ini, yang nanti menjadi satu rekomendasi bagaimana membuat satu pelabuhan yang cerdas. Sehingga salah satu jalan untuk mengatasi kesemrautan termasuk di sektor maritim ini yaitu dengan perizinan dan administrasi digital,” kata Syaiful.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.