Akurat

IMW 2025: Indonesia Dituntut Tangguh Hadapi Risiko Maritim Global

Ahada Ramadhana | 29 Mei 2025, 21:38 WIB
IMW 2025: Indonesia Dituntut Tangguh Hadapi Risiko Maritim Global

AKURAT.CO Pelaksanaan Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam memperkuat posisi maritim Indonesia di tengah disrupsi global.

Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa, menekankan, Indonesia harus mampu bersaing dan berkolaborasi dengan negara-negara besar seperti Tiongkok, India, dan Jepang.

“Indonesia memiliki posisi geostrategis di jalur perdagangan utama dunia seperti Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Kekuatan kita adalah kemampuan menjadi penyeimbang kawasan,” ujarnya, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur kebijakan maritim yang inklusif dan tangguh sangat krusial di tengah era maritim digital.

Kunci memenangkan persaingan terletak pada kebijakan yang adaptif, digitalisasi rantai pasok, serta sistem keamanan maritim yang terintegrasi dan cerdas.

“Ancaman kini tak hanya soal perompakan atau kecelakaan kapal, tapi juga serangan siber dan sabotase sistem pelacakan. Perdagangan laut kita sangat rentan terhadap konflik kawasan, seperti di Laut Merah dan Laut Cina Selatan, serta tren proteksionisme global,” tegasnya.

Investasi pada teknologi pemantauan, keamanan siber pelabuhan, dan pelatihan personel, menurutnya, menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kedaulatan dan keamanan jalur perdagangan laut nasional.

Baca Juga: Lolos ke Piala Asia, Timnas Indonesia Basket Putra U-16 Kembali Lawan Filipina Penentuan Juara

Marcellus juga menyoroti pentingnya regulatory compliance, termasuk adopsi standar internasional seperti MARPOL dan SOLAS.

Upaya dekarbonisasi, digitalisasi dokumen, dan peningkatan keselamatan pelaut harus menjadi prioritas kebijakan nasional.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan jumlah kapal atau luas pelabuhan. Daya saing hari ini adalah tentang kemampuan adaptasi terhadap perubahan dan pengelolaan risiko secara cerdas,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa jika Indonesia gagal menyesuaikan diri, kapal dan pelabuhannya akan kehilangan daya saing, terutama dibandingkan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

IMW 2025 yang digelar pada 26–28 Mei menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepemimpinan maritim Indonesia di kawasan.

Sebagai gelaran perdana, forum ini tidak hanya menampilkan solusi maritim yang proaktif terhadap disrupsi global, tapi juga memperkuat ekosistem triple helix: industri, akademisi, dan pemerintah.

“Dengan visi maritim yang terintegrasi, digital, dan berkelanjutan, Indonesia menunjukkan kesiapan memasuki era baru kepemimpinan maritim global. Namun visi ini menuntut kolaborasi nasional yang solid dan kepekaan geopolitik yang tinggi,” tutupnya.

Baca Juga: 100 CCTV Baru Disebar di Jakarta, Daerah Rawan Pencurian Motor Bakal Diawasi Ketat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.