Akurat

Pabrik PT KAN di Bontang Diharapkan Kurangi impor Amonium Nitrat

Rizky Dewantara | 29 Februari 2024, 14:58 WIB
Pabrik PT KAN di Bontang Diharapkan Kurangi impor Amonium Nitrat

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik amonium nitrat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama di Indonesia, PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik ini merupakan sinergi dari PT Pupuk Kalimantan Timur dengan Dahana.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pengoperasian pabrik ini akan mengurangi jumlah impor amonium nitrat di Indonesia.

Kebijakan hilirisasi sumber daya alam telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri. Saat ini, perusahaan pupuk Indonesia masuk dalam enam besar di dunia.

Baca Juga: Jokowi Harap Industri Amonium Nitrat di Bontang Dukung Produktivitas Pangan

"Dari total 560 ribu (metrik ton) itu, memang kurang lebih sekarang di dalam negeri sudah memproduksi hampir 300 ribu lebih dan sisanya masih impor. Dengan pabrik ini, bisa mengurangi 21 persen, belum lagi turunan dari asam nitrat yang bisa dikembangkan untuk industri pertahanan dan industri pupuk," kata Erick melalui keterangan di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (29/2/2024).

Dia menjelaskan, perusahaan pupuk harus menjadi perusahaan yang petrochemical, disinergikan dengan Pertamina. Downstream dari petrochemical tersebut akan dirasakan secara menyeluruh untuk bangsa dan negara.

Pabrik Amonium Nitrat ini merupakan proyek bersama dari anak perusahaan PT Dahana, PT Dahana Investama Corp (PT DIC) dengan PT Pupuk Kaltim, yang pembangunannya dilaksanakan oleh PT Kaltim Amonium Nitrat sejak tahun 2020. Selain itu, untuk pelaksanaan pembangunan juga didukung oleh kolaborasi Wika-Sedin.

Kolaborasi antar BUMN ini menunjukkan langkah strategis dalam mendukung hilirisasi di industri petrokimia dan pertahanan yang menjadi basis operasional PT Dahana dan Pupuk Kaltim guna mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, mengatakan bahwa kehadiran pabrik amonium nitrat ini merupakan kontribusi nyata perusahaan untuk membawa perubahan terhadap produksi amonium nitrat dalam negeri.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bawa UMKM Binaan Go Global dengan Pesona Kriya

Dalam roadmap pertumbuhan Pupuk Kaltim 40 tahun ke depan, hilirisasi petrokimia berbasis renewable resources menjadi salah satu strategi yang akan dijalankan untuk keberlanjutan.

"Pembangunan pabrik amonium nitrat merupakan strategi hilirisasi yang dilakukan Pupuk Kaltim untuk mendukung mimpi pemerintah membangun Indonesia yang lebih mandiri energi dan industrinya, serta mencapai net zero emission pada 2060," kata Soesilo.

Pabrik amonium nitrat akan beroperasi dengan teknologi tinggi yang ramah lingkungan dan mengikuti standar operasional pabrik kelas dunia berlisensi Sedin-Hallifeng serta desain yang juga sesuai dengan standar internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.