Akurat

Tokoh Bangsa Serukan Pembebasan Pilot Susi Air Tanpa Syarat

Roni Anggara | 7 Februari 2024, 14:26 WIB
Tokoh Bangsa Serukan Pembebasan  Pilot Susi Air Tanpa Syarat

 


AKURAT.CO Para tokoh bangsa yang terdiri atas agamawan, akademisi, dan aktivis menyerukan pembebasan tanpa syarat terhadap sandera pilot Susi Air, asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens. Sudah setahun Mehrtens disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya, namun hingga kini nasibnya masih tertahan.

Para tokoh bangsa menyatakan menghormati perjuangan Kogoya yang ingin HAM di Bumi Cenderawasih dihormati dan dilindungi. Namun mereka meyakini gerakan bersenjata pro-kemerdekaan menghargai hukum dan menolak penyanderaan dalam perjuangannya.

“Dengan segala hormat pada perjuangan saudara-saudara di Papua, dengan segala rasa solidaritas kami pada penderitaan saudara-saudara di Papua, dan dengan memperhatikan rasa kemanusiaan, kami meminta Sdr. Egianus Kogoya dan saudara-saudara di Papua agar segera membebaskan Sdr. Mehrtens dalam keadaan sehat dan secara damai,” kata Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dari Gerakan Nurani Bangsa, melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga: Tidak Ada Penambahan Anggaran Untuk Bebaskan Pilot Susi Air

Para tokoh bangsa yang menyerukan pembebasan Mehrtens terdiri atas Sinta Wahid, Marzuki Darusman, Franz Magnis Suseno, Gomar Gultom, Busyro Muqoddas, Mangadar Situmorang, Alissa Wahid dan Jacky Manuputty. Selanjutnya Usman Hamid dan Gufron Mabruri.

Sinta Wahid, istri mendiang Presiden Gus Dur, menilai pembebasan Mehrtens sudah mendesak dan harus dilakukan segera. Tanpa syarat, dalam keadaan sehat dan secara damai.

“Kami menyatakan prihatin dengan situasi kemanusiaan di Tanah Papua,” tuturnya.

Baca Juga: Pencarian Pilot Susi Air Difokuskan Di Kabupaten Nduga

Sinta turut meminta pemerintah tetap memprioritaskan pendekatan kemanusiaan mengatasi kompleksitas persoalan Papua. Para tokoh bangsa mengakui banyak warga di Papua mengalami penderitaan akibat pelanggaran HAM hingga harus mengungsi.

“Kepada pemerintah, kami mendorong untuk tetap mengedepankan cara-cara damai melalui dialog dalam upaya pembebasan Sdr. Mehrtens. Jalan kekerasan melalui pengerahan aparat keamanan dan operasi militer harus dihindari,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.