Hindari Kontroversi, Kapolri Jangan Bicara Politik

AKURAT.CO Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta menahan diri untuk berbicara politik. Pernyataan Kapolri Sigit yang menyinggung suksesi, belum lama ini, sudah cukup memantik kontroversi dan harus menjadi yang terakhir, memasuki masa tenang menjelang Pilpres 2024.
Pengamat ISESS bidang Kepolisian, Bambang Rukminto menyebutkan, pernyataan bersayap yang menyinggung politik petinggi Polri bisa mengundang multitafsir oleh jajaran. Kalau dianggap bentuk keberpihakan, netralitas aparat yang sedang disorot, bisa memicu kemarahan rakyat.
"Seharusnya (Kapolri) tidak berkomentar soal politik. Kapolri harus menahan diri untuk tidak mengucapkan pernyataan-pernyataan terkait politik," kata Bambang, di Jakarta, Sabtu (13/1/2024).
Baca Juga: 31 Hari Menuju Pilpres, Kapolri Jangan Main Api
Divisi Humas Polri telah memberi klarifikasi atas pernyataan Kapolri Sigit yang disampaikan dalam acara Natal Polri. Sigit dianggap sedang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, pada tahapan peralihan tongkat estafet kepemimpinan.
Bambang melanjutkan, Kapolri Sigit perlu diingatkan lagi bahwa perbedaan merupakan keniscayaan di Indonesia. Termasuk soal pilihan politik.
"Kapolri harus diingatkan soal semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan di negeri ini, termasuk perbedaan pandangan politik. Yang terpenting bagi kepolisian adalah menjaga agar perbedaan-perbedaan tersebut tak membelokan arah dari tujuan bernegara seperti amanah UUD 1945," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









