Akurat

Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Dipuji Ganjar Pranowo Sebagai Kritikus Terbaik

Gerdiansyah | 19 November 2023, 20:58 WIB
Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Dipuji Ganjar Pranowo Sebagai Kritikus Terbaik

 


AKURAT.CO - Calon Presiden nomor Urut 3 Ganjar Pranowo tidak hanya menarik perhatian dengan sikapnya yang terbuka terhadap kritik tetapi juga saat memuji Rocky Gerung sebagai "kritikus terbaik abad ini".

Pujian terhadap Rocky Gerung disampaikan Ganjar dalam Sarasehan Nasional Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar, Sabtu (18/11/2023).

Usai dipuji Ganjar profil pun kembali Rocky Gerung menjadi sorotan.

Rocky Gerung, seorang akademisi dan intelektual terkemuka di Indonesia, dikenal sebagai sosok yang kerap mengemukakan pandangan kritisnya terhadap berbagai isu, terutama dalam bidang politik dan sosial.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman panjang di dunia akademis, Rocky telah menjadi figur yang dihormati dan diakui atas ketajaman analisisnya. Pujian Ganjar Pranowo bukan sekadar ucapan, melainkan penghargaan terhadap kontribusi intelektual Rocky Gerung yang terus memperkaya wacana kebangsaan.

Baca Juga: Ikut Aksi Penolakan Perppu Ciptaker, Rocky Gerung Bicara Revolusi

Pujian Ganjar Pranowo terhadap Rocky Gerung menjadi sebuah pengakuan atas peran kritikalnya dalam merangsang pemikiran dan debat publik. Keberanian Rocky dalam melontarkan kritik yang tajam namun disertai dengan pemahaman mendalam terhadap berbagai isu telah menciptakan dampak yang signifikan dalam pembentukan opini masyarakat.

Drs. Rocky Gerung, lahir pada 20 Januari 1959, dikenal sebagai seorang filsuf, akademikus, dan cendekiawan Indonesia yang memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan intelektual dan politik. Rocky Gerung adalah salah satu pendiri Setara Institute dan menjadi fellow di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Ia juga pernah mengajar selama 15 tahun di Universitas Indonesia.

Rocky memulai perjalanan akademisnya di Universitas Indonesia pada tahun 1979. Meskipun awalnya masuk Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, ia lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Selama kuliah, Rocky terlibat dalam lingkaran aktivis sosialis dan memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh seperti Marsillam Simanjuntak dan Hariman Siregar.

Setelah lulus, Rocky kembali ke UI sebagai dosen tidak tetap di Departemen Ilmu Filsafat. Namun, pengajarannya berakhir pada awal 2015 karena persyaratan UU No. 14 tahun 2005 yang mengharuskan dosen memiliki gelar magister, sementara Rocky hanya memiliki gelar sarjana. Selain mengajar, Rocky adalah salah satu pendiri Setara Institute pada tahun 2005, sebuah lembaga pemikir di bidang demokrasi dan hak asasi manusia.

Dalam bidang politik, Rocky terlibat dalam pendirian Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2002 bersama Sjahrir dan istrinya, Kartini. Namun, ia tidak aktif di kepengurusan partai tersebut. Pada 2011, Rocky bergabung dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) dan didapuk sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai SRI.

Sebagai seorang filsuf, Rocky Gerung memiliki bidang kajian dalam filsafat feminisme. Ia terlibat dalam Jurnal Perempuan dan menjadi pengajar dalam program Kajian Filsafat dan Feminisme (Kaffe).

Pemikirannya mulai menarik perhatian publik secara luas setelah muncul di acara televisi Indonesia Lawyers Club pada awal tahun 2017. Kritik tajamnya terhadap pemerintah membuatnya dikenal sebagai salah satu intelektual yang berani dalam mengkritik kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Rocky Gerung: People Power Bukan Makar dan Tidak Berbahaya

Meski memiliki kontribusi yang signifikan dalam dunia intelektual, Rocky Gerung tidak lepas dari kontroversi. Pernyataannya pada tahun 2018 yang menyebutkan kitab suci sebagai fiksi dan laporan ke polisi oleh Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo menciptakan gelombang kontroversi di masyarakat.

Rocky Gerung telah menciptakan jejak yang mengesankan dalam pemikiran dan kritiknya terhadap berbagai isu, membuatnya menjadi tokoh yang memainkan peran sentral dalam ranah intelektual dan politik di Indonesia seperti yang diutarakan oleh Calon Presiden Ganjar Pranowo.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A