Akurat

Sejarah Berdirinya Gedung KPU, Saksi Bisu Perjalanan Demokrasi

Deni Muhtarudin | 17 November 2023, 11:14 WIB
Sejarah Berdirinya Gedung KPU, Saksi Bisu Perjalanan Demokrasi

 

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu menjadi sorotan ketika menjelang kontestasi pemilu seperti saat ini.

Gedung KPU sendiri berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Gedung KPU merupakan salah satu saksi bisu perjalanan demokrasi di Indonesia. Sebelum berdiri megah seperti saat ini, ternyata Gedung KPU memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial.

Lalu bagaimana sejarah berdirinya Gedung KPU? Simak ulasannya berikut.

Masa Kolonial Belanda

Jalan Imam Bonjol dulunya saat masa kolonial Belanda bernama Nassau Boulevard yang masuk dalam kawasan Nieuw Gondangdia (sekarang Menteng).

Pembangunan Jalan Nassau Boulevard berawal dari pengembangan Batavia ke wilayah Selatan di abad 18. Ialah Weltevreden yang meliputi Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng) dan Koningsplein (sekarang Gambir dan Medan Merdeka).

Sejak zaman Belanda, Jalan Imam Bonjol telah terdapat beberapa bangunan-bangunan kantor dan lembaga pemerintahan. Sedangkan Menteng saat itu masih berupa tanah partikelir milik saudagar asal Hadramaut.

Kemudian pada 1908 wilayah Menteng pun beralih ke perusahaan real estate, De Bouwploeg. Menteng pun dibangun sebagai daerah pemukiman untuk masyarakat golongan atas.  

Setelah urusan pembelian tanah kelar, pemerintah Kotapradja Batavia membuat kondangdia-commisie untuk merancang kawasan Menteng.

Seorang arsitek bernama P.A.J Moojen menjadi salah satu anggota perancang Menteng yang mempelopori gaya bangunan Indische Bouwstjil baru.

Gaya bangunan Moojen itu menjadi pandangan baru dalam arsitektur di Hindia Belanda. Moojen memiliki ide bahwa gaya bangunan bergantung dengan iklim, tempat, bahan bangunan dan tenaga kerja setempat.

Perancangan kawasan Menteng itu pun menjadi kali pertama perluasan kota di Indonesia dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Gedung KPU

Sebelum Perang Dunia II, bangunan di Nassau Boulevard masih kalah ramai dibandingkan jalan-jalan lainnya di Nieuw Gondangdia. Baru kemudian pada era 1950-an, Nassau Boulevard mulai ramai dengan bangunan dan berubah nama menjadi Jalan Imam Bonjol.

Namun saat itu bangunan-bangunan yang berdiri masih dalam bentuk gaya bangunan pra-perang. Di antaranya rumah kopel yang ukurannya besar namun rancangannya sangat sederhana.

Selain rumah kopel, ada juga bangunan milik Perkebunan Negara yang dibangun pada 1955 yang merupakan hasil rancangan arsitek Belanda, A.W Gmelig Meyling. Ia merupakan profesor luar biasa di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang praktik di Indonesia hingga 1957.

Meyling memberi sentuhan khas unsur kubistis kuat pada Gedung Pusat Perkebunan Negara (PPN) itu. Tujuannya adalah untuk mencegah sinar matahari masuk ruang-ruang kerja.

Pada 1987, Gedung PPN beralih fungsi menjadi kantor Lembaga Pemilihan Umum (LPU). Mulanya LPU berada di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Namun karena gedung itu sudah tidak layak lagi maka harus ada pemindahan lokasi.

Sejak saat itulah Jalan Imam Bonjol menjadi saksi bisu perjalanan pemilu di Indonesia karena terdapat Gedung KPU. Sejumlah keputusan terkait pemilu, pun berbagai demonstrasi sering dilakukan di Jalan Imam Bonjol. 

Tak heran jika kawasan Imam Bonjol sering mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan. Seperti misalnya saat penetapan capres-cawapres 2024 pada 13 November 2023 lalu yang menyebabkan penutupan ruas jalan hingga pengerahan petugas gabungan TNI-Polri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
W
Editor
Wahyu SK