Akurat

Intelijen Asing Intervensi Pilpres, Begini Jawaban Polri

Paskalis Rubedanto | 15 November 2023, 19:38 WIB
Intelijen Asing Intervensi Pilpres, Begini Jawaban Polri

AKURAT.CO Polri menyikapi kabar dan kekhawatiran sejumlah pihak mengenai adanya operasi yang dilakukan intelijen asing pada Pilpres 2024. Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran menilai dugaan tersebut berlebihan.

Menurut Fadil, beredarnya informasi asing ikut bermain pada pilpres bukan bersumber dari Polri. Sebaliknya, Korps Bhayangkara menilai kemungkinan tersebut kecil terjadi sekalipun tidak menjamin 100 persen.

“Tidak ada statement dari saya yang mengatakan bahwa ada uang asing yang mengalir kepada capres dan cawapres, terima kasih ya, tolong diluruskan ya,” kata Fadil, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Baca Juga: Optimalkan Intelijen Penegakan Hukum Untuk Pemilu Damai

Kekhawatiran adanya agenda asing turut disuarakan anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Alhabsyi ketika rapat kerja bersama Polri, membahas persiapan pengamanan Pemilu 2024.

Fadil mengakui adanya permainan asing tak menutup kemungkinan. Terlebih Indonesia negara kepulauan yang berdampingan dengan sejumlah negara lain. Artinya, ada saja celah untuk masuk dan beroperasi melalui saluran yang tersedia.

Baca Juga: Jokowi Punya Data Intelijen Parpol, DPR Belum Wacanakan Hak Angket

“Kan kita punya konsekuensi dengan negara berjumlah penduduk tinggi secara geopolitik, geostrategis, letaknya di tengah-tengah benua Australia dan benua Asia, dan sebagainya, nah sangat mungkin ada kepentingan-kepentingan asing, nah itu harus kita perhitungkan gitu,” bebernya.

Dalam rapat bersama Komisi III, disinggung adanya analisa permainan asing melalui operasi intelijen melalui agenda suksesi kepemimpinan nasional. Analisa yang muncul menyinggung geografi dan demografi Indonesia dalam sudut pandang geopolitik global.

“Ini sekaligus sebagai ajang klarifikasi dari kami bahwa kami tidak mengatakan ada capres-cawapres yang dibiayai oleh asing,” tegasnya.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.