Prabowo Desak PBB Responsif Atasi Krisis Kemanusiaan Di Palestina
Atikah Umiyani | 15 November 2023, 16:23 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk responsif menyikapi sejumlah konflik yang tengah terjadi, salah satunya krisis kemanusiaan di Palestina.
Menurut dia, PBB semestinya berperan aktif dalam mencegah konflik yang terjadi di Palestina. Apalagi, dengan banyaknya rakyat sipil yang menjadi korban, baik wanita maupun anak-anak.
Hal itu ditegaskan Prabowo saat membuka The 17th ASEAN Defence Ministers' Meeting (ADMM) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (15/11/2023).
"Kami juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil lebih banyak tindakan untuk mencegah konflik semacam itu terjadi lagi," katanya.
Baca Juga: DPR: Bela Palestina Cara Kita Bernegara
Dalam pertemuan Menteri Pertahanan Se-ASEAN itu, Prabowo juga menyerukan agar semua pihak terlibat aktif dalam upaya meningkatkan stabilitas keamanan dan pertahanan di kawasan serta global.
"Menambah seruan kita bersama, untuk meningkatkan upaya kita dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional dan global," ujarnya.
Selaras dengan harapan terciptanya perdamaian, Prabowo melihat pertemuan ini dapat menjadi salah satu forum penting untuk mewujudkan harapan tersebut.
Menurut Prabowo, ADMM dapat menjadi katalisator dan menjadi sarana bagi para menteri pertahanan ASEAN untuk duduk bersama, melakukan dialog yang konstruktif dan mencari solusi inovatif.
Apalagi, saat ini sejumlah negara di ASEAN tengah menghadapi berbagai macam tantangan keamanan, yang mencakup masalah tradisional dan non-tradisional yang terus berkembang.
"Sebagai platform utama bagi para Menteri Pertahanan di ASEAN, ADMM. Oleh karena itu, memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengatasi tantangan keamanan ini melalui dialog pertukaran gagasan yang bermakna dan menjalin kemitraan dengan prinsip-prinsip saling percaya, transparansi dan kolaborasi," pungkas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









