AKURAT.CO Meningkatnya eskalasi konflik antara Israel-Hamas memantik aksi solidaritas terhadap Palestina. Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Palestina, Syahrul Aidi Ma'azat menganggap, aksi solidaritas membela Palestina merupakan cara kita bernegara.
Dirinya mengingatkan, Indonesia berdiri independen dengan mengedepankan politik bebas aktif dalam urusan luar negeri. Namun agenda membela Palestina merupakan upaya memperjuangkan konstitusi yakni, menolak penjajahan di muka bumi.
“Jadi sesungguhnya pembelaan kita terhadap palestina ini bagian dari kita bernegara, politik luar negeri kita dalam hal ini kita ada blok, bukan nonblok, bloknya apa, bloknya pada menolak penjajahan begitu,” kata Syahrul, dalam acara Dialektika Demokrasi dengan tema "Gerakan Boikot Masyarakat dan Aksi Konkret Pemerintah untuk Palestina", di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Anggota DPR dari Fraksi PKS menilai, keberpihakan terhadap Palestina dengan melakukan serangkaian aksi boikot terhadap produk-produk barat yang pro Israel merupakan upaya dukungan masyarakat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
“Ini adalah tentu ini usahanya masyarakat, kalau pemerintah memang mungkin secara terbuka tidak akan melakukan hal itu,” ucapnya.
Dirinya mendukung aksi boikot produk yang pro Israel. Terlebih MUI telah menerbitkan fatwa haram bagi umat Muslim mengonsumsi atau menggunakan produk yang mendukung Israel.
“Apa lagi itu didukung oleh Fatwa MUI, karena Israel secara sumber daya alam tidak ada, memang kekuatannya pada sumber ekonomi, maka kalau ingin melemahkan posisinya, ya lemahkan ekonominya, kan masih ada alternatif,” bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








