AKURAT.CO Aktivis 98 menuding Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menjadi alat kekuasaan politik. Tudingan ini menguat menjelang putusan uji materi UU Pemilu terkait batas minimum usia capres-cawapres.
Aktivis Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) 98, Nuryaman Berry menyebutkan, MK sudah sepatutnya tidak memproses perkara uji materi yang diajukan banyak pihak, termasuk partai politik. Apalagi hingga mengabulkan hanya untuk melanggengkan pihak tertentu berkontestasi.
"Proses uji materiil tentang batasan usia capres dan cawapres seolah-olah untuk menegakkan hak-hak konstitusional. Padahal bukan menjadi rahasia umum bahwa ini adalah permainan hukum dalam menopang kekuasaan dan nafsu segelintir elit politik untuk tetap berkuasa," kata Nuryaman, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (12/10/2023).
Baca Juga: Jelang Putusan Uji Materi Syarat Usia Capres-cawapres, Hakim MK Diminta Mundur
MK sebagai badan peradilan tertinggi harus membuktikan diri sebagai penegak konstitusi. Bukan meladeni kepentingan elite.
"Akan tetapi dalam perjalanannya MK yang diharapkan menjadi palang pintu terakhir dalam proses pengujian materi landasan hukum yang berlaku, ternyata telah bermain mata dengan kekuasaan untuk menopang kekuasaan itu sendiri, seperti UU Omnimbus Law," ujarnya.
Baca Juga: Anwar Usman Disomasi, MK Bukan Mahkamah Keluarga
Nuryaman mengaku khawatir, kinerja MK yang buruk, bakal memunculkan tirani dan dinasti yang mencengkeram Indonesia.
"Kami sebagai Aktivis 1998 yang masih memiliki hutang sejarah dalam penuntasan berbagai agenda perjuangan reformasi 1998 akan tetap menjaga arah demokrasi yang lebih baik agar tidak kembalinya tirani dan dinasti politik memakai payung hukum dan aparatur hukum sebagai pintu masuk," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








