Alasan Rusa Melepaskan Tanduknya Setiap Tahun
AKURAT.CO Rusa merupakan hewan pemamah biak (ruminan) yang termasuk famili Cervidae. Sebagai ciri khasnya, rusa memiliki rangga. Ranggah atau sejenis tanduk ini merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahunya, terutama pada rusa jantan.
Ada banyak jenis rusa, di antaranya rusa besar, rusa merah, rusa kutub, rusa ekor putih, rusa sambar, dan masih banyak lagi jenis rusa lainnya.
Disebut sebagai hewan pemamah biak, karena pada saat memakan tumbuh-tumbuhan sampai dikunyah dan dimasukkan ke dalam perut, maka hewan jenis pemamah biak akan mengeluarkan makanan yang sudah dikunyah untuk dimamah kembali.
Baca Juga: Misteri Kesehatan Putin: Diduga Idap Kanker hingga Mandi Darah Tanduk Rusa agar Panjang Umur
Dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (23/9/2023), rusa termasuk salah satu hewan yang langka karena banyak diburu oleh orang, selain cirinya yang memiliki ranggah bukan tanduk, rusa juga merupakan hewan pemakan tumbuhan (herbivora), berjari genap, berkuku, mempunyai 32-34 gigi, dan tidak memiliki gigi seri bawah.
Rusa juga dikategorikan sebagai hewan liar yang memiliki kekuatan tubuh melompat tinggi, berlari cepat, dan selalu menjauh dari permukiman manusia.
Kenapa Rusa Melepaskan Tanduknya?
Proses pelepasan ranggah/tanduk pada rusa jantan, rusa, elk, dan anggota keluarga Cerdvidae, atau bisa disebut cervids lainnya merupakan hal yang normal terjadi setiap tahunnya.
Janis rusa jantan ada juga rusa betina jenis rusa kutub atau karibu yang betinanya juga membuang atau melepaskan ranggah (tanduknya).
Pertumbuhan tanduk atau antlerogenesis pada rusa, sebenarnya memegang rekor dunia Guinness sebagai jaringan pertumbuhan tercepat yang ditemukan pada mamalia.
Selama musim panas, ketika antlerogenesis pada rusa besar mencapai puncaknya, tanduk rusa dapat tumbuh hampir satu inci setiap harinya.
Setelah musim kawin di musim gugur, atau kebiasaan berakhir, leher rusa jantan tidak lagi membutuhkan tanduknya. Dikarenakan faktanya, ranggah/tanduk rusa bisa menjadi sedikit beban baginya.
Selain memberikan beban pada kepala, tanduknya juga dapat membuat rusa kesulitan untuk mencari makan, yang mana disebabkan oleh tanduknya yang terlalu tinggi dan panjang sehingga mudah tersangkut pada ranting atau dahan pohon.
Proses pelepasan tanduk rusa dimulai pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Seiring dengan semakin pendeknya hari, rusa jantan akan memproduksi lebih sedikit testosteron dan kalsium, yang mana dapat menghubungkan tanduk ke tengkorak melemah, hingga tanduknya pun jatuh. Proses pelepasan tanduk pada rusa disebut dengan casting.
Fungsi Tanduk Rusa Sebelum Dilepaskan
Sebelum masa pelepasan tanduk, tanduk rusa memiliki fungsi yang sangat membantu, seperti dijadikan senjata untuk melindungi diri dari hewan lain. Selain itu juga, ranggah/tanduk rusa berfungsi untuk menarik perhatian rusa betina pada saat musim kawin tiba.
Semakin besar dan tinggi tanduknya maka semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pasangan. Selain itu juga tanduknya yang besar bisa berfungsi untuk berkelahi dengan rusa jantan lainnya, yang mana hal ini dilakukan untuk mendapatkan pasangan rusa betina.
Wah cukup menarik ya fakta rusa melepaskan tanduknya. Ternyata proses pelepasan tanduk pada rusa merupakan hal yang normal bagi hewan jenis carvidae ini, dan pelepasan tanduknya dilakukan oleh rusa jantan setiap tahunnya. Namun ada juga rusa betina yang melepaskan tanduknya, salah satunya ialah rusa kutub. (Raodatuljanah).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






