Akurat

Misteri Kesehatan Putin: Diduga Idap Kanker hingga Mandi Darah Tanduk Rusa agar Panjang Umur

| 19 Juni 2022, 05:05 WIB
Misteri Kesehatan Putin: Diduga Idap Kanker hingga Mandi Darah Tanduk Rusa agar Panjang Umur

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin akan berusia 70 tahun pada bulan Oktober, tapi tak banyak informasi yang diketahui publik terkait kesehatannya. Padahal, kondisi medisnya sangat penting bagi masa depan Eropa, terlebih setelah ia memerintahkan invasi Rusia ke Ukraina.

Selama 2 dekade kekuasaan Putin, Kremlin kerap menunjukkannya bertelanjang dada untuk mencitrakan kejantanannya yang kuat. Namun, tak banyak informasi soal kesehatannya. Kini, semakin banyak mata tertuju kepadanya, seiring dengan perang yang dilancarkan Putin terhadap negara tetangganya tersebut.

Dilansir dari AFP, laman berbahasa Rusia 'Proekt' menerbitkan penyelidikan paling mendalam pada bulan April tentang kesehatan Putin. Mereka menggunakan data dari sumber terbuka untuk menyimpulkan baha perjalanan presiden ke kota resor selatan Sochi bertepatan dengan perjalanan banyak dokter.

Salah satunya adalah spesialis kanker tiroid, Yevgeny Selivanov. Kunjungannya ke Sochi kerap bertepatan dengan absennya Putin secara mendadak dari pandangan publik selama beberapa tahun terakhir.

Laman itu juga menuduh kalau salah satu metode yang digunakan Putin untuk memastikan umur panjang adalah mandi dengan darah yang diekstrak dari tanduk rusa di Siberia. Metode ini direkomendasikan oleh temannya, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu yang berasal dari Siberia.

Sementara itu, menurut laporan mingguan Prancis 'Paris Match' bulan ini, dalam kunjungan ke Arab Saudi pada 2019 dan Prancis pada 2017, Putin ditemani oleh satu tim setiap kali pergi ke toilet. Tujuannya untuk menjaga ekskresinya, sehingga tak ada kekuatan asing yang dapat menganalisis urin atau fesesnya secara medis.

Yang lebih sensasional, menurut laporan media Amerika Serikat (AS) 'Newsweek' pada bulan Juni, Putin telah menjalani pengobatan untuk kanker stadium lanjut pada bulan April. Laporan ini mengutip intelijen AS, tetapi Dewan Keamanan Nasional AS membantah adanya laporan semacam itu.

Dalam wawancara dengan Sky News pada pertengahan Mei, Kepala Intelijen Militer Ukraina Mayor Jenderal Kyrylo Budanov juga mengeklaim tanpa bukti bahwa Putin menderita kanker.

Selain itu, Proekt juga menuduh bahwa Kremlin mendirikan kantor palsu di Sochi yang konon dirancang persis seperti kantor di kediamannya di pinggir Kota Moskow. Dengan demikian, ia bisa terlihat seperti tengah bekerja di ibu kota Rusia, alih-alih beristirahat di resor Laut Hitam.

Satu-satunya masalah kesehatan yang dikonfirmasi Kremlin adalah pada musim gugur 2012. Saat itu, ia membatalkan sejumlah pertemuan dan menghilang dari kehidupan publik setelah terlihat bergerak dengan canggung.

Kremlin pun mengatakan ia mengalami cedera otot. Menurut salah satu surat kabar, ia mengalami masalah punggung saat melakukan aksi terbang dengan gantole bermotor. Namun, Proekt menuduh di sinilah masalah utama kesehatannya dimulai.

Saat pandemi Covid-19, pemimpin Rusia itu juga dipandang berperilaku aneh. Kremlin mengaku ia telah divaksinasi. Namun, berbeda dengan para pemimpin negara lainnya, tak ada foto Putin disuntik. Mereka yang melakukan kontak dekat dengannya, termasuk jurnalis, dikenakan tindakan pencegahan paling ketat seperti saat dikarantina.

Saat pemimpin dunia berkunjung, mereka disingkirkan ke ujung meja panjang jika tak menerima persyaratan ketat Kremlin, seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ketua PBB Antonio Guterres. Sebaliknya, mereka yang menerima tuntutan Kremlin, termasuk tes Covid-19 dan kemungkinan karantina, diizinkan berjabat tangan dan bahkan berpelukan dengan Putin, seperti Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.

Rapat dengan Shoigu di Ukraina pada akhir April juga memicu desas-desus bahwa Putin mencengkeram meja erat-erat untuk menghentikan gemetar tubuh. Sejumlah video juga menunjukkan salah satu kakinya gelisah selama rapat.

Pada 2021, acara ini kembali ke format biasanya, tetapi dengan jarak yang sangat jauh antara barisan depan jurnalis dan meja Putin. Bahkan sekarang, saat urusan pemerintahan kembali normal di sebagian besar negara, Putin menjalankan sebagian besar urusan dalam negeri melalui video.

Melalui juru bicara Putin, Dmitry Peskov, Kremlin membantah keras semua klaim kalau presiden Rusia mengalami masalah kesehatan yang serius. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov bahkan sampai turun tangan untuk menyangkal bahwa Putin sakit. Ia juga mengeklaim kalau pemimpin Rusia itu muncul di depan umum 'setiap hari'.

"Hanya orang tak waras yang memandang tanda-tanda ini semacam penyakit," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Prancis 'TF1'.

Sementara itu, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko yang kerap bertatap muka dengan Putin bersikeras bahwa pemimpin Rusia itu dalam kondisi kesehatan yang prima.

"Jika Anda berpikir ada sesuatu yang salah dengan Presiden Putin, Anda adalah orang yang paling menyedihkan di dunia," ucapnya dalam wawancara dengan televisi Jepang pada bulan Maret.

Dalam penampilan publik baru-baru ini, Putin juga tak menunjukkan tanda-tanda kelemahan fisik.

Putin tetap menjadi pemimpin Rusia tak terbantahkan. Sebagian besar pengamat yakin ia akan mencari mandat ketiga berturut-turut pada 2024 setelah perubahan konstitusional baru-baru ini memungkinkannya untuk melakukannya.

Tak ada penerus yang jelas. Selain itu, sebagai panglima tertinggi pasukan Rusia, Putinlah yang memutuskan untuk menyerang Ukraina pada 24 Februari.

"Negara ini tak tahu sepatah kata pun kebenaran tentang kesehatan fisik dan emosional orang yang menjalankannya. Seluruh planet tak tahu apakah orang yang mampu menghancurkan seluruh umat manusia dengan menekan tombol merah itu sehat," pungkas pemimpin redaksi Proekt, Roman Badanin.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.