Sejarah Patung Gajah Di Museum Nasional, Hadiah Yang Dibayar Mahal

AKURAT.CO Museum Nasional merupakan salah satu museum terlengkap dan terbesar di Indonesia.
Museum Nasional disebut juga Museum Gajah karena terdapat sebuah patung Gajah di bagian depan bangunannya.
Patung gajah di Museum Nasional sendiri merupakan pemberian dari Raja Thailand. Berawal dari kunjungan Raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) ke Hindia Belanda pada 9 Maret hingga 15 April 1871.
Di Batavia, ia singgah selama lima hari sejak 27 Maret 1871 sampai 1 April 1871. Selama di Batavia, Raja Siam mengunjungi tangsi, rumah sakit, gudang, rumah yatim piatu dan biara. Ketika mengunjungi Genootschap atau museum, raja terkesan dengan koleksi yang ada terutama yang berhubungan dengan sejarah.
Baca Juga: Museum Nasional Kebakaran, Intip Sejarah BerdirinyaKekagumannya ini membuat Raja ingin koleksi tersebut dibawa pulang ke negaranya. Tak tanggung-tanggung, ia meminta izin kepada pemerintah kolonial untuk membawa sembilan gerobak yang diisi arca dan karya seni klasik yang dimiliki museum.
Dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, John Miksic mengungkapkan koleksi yang diminta sang raja itu termasuk 30 relief, lima arca Budha, dua arca singa, beberapa langgam kala yang biasanya ada di atas pintu masuk candi, dan arca Dvarapala yang merupakan temuan dari Bukit Dagi, yakni bukit yang berada beberapa ratus meter dari Candi Borobudur.
Pemerintah saat itu mengizinkannya sehingga Raja Siam membawa semua arca dan relief yang berharga itu ke negerinya. Hingga kini arca dan relief itu masih berada di Museum Nasional Bangkok.
Sebagai rasa terima kasih, Raja Siam membayar koleksi-koleksi berharga tersebut dengan memberikan patung perunggu berbentuk Gajah yang kini dipajang di halaman depan Museum Nasional, Jakarta. Tentu harga koleksi yang dibawa Raja Siam jauh lebih bernilai jika dibanding dengan patung Gajah pemberiannya. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







