Akurat

Bagaimana Cara Menyikapi Hoaks Menjelang Pemilu?

Eko Krisyanto | 12 September 2023, 18:47 WIB
Bagaimana Cara Menyikapi Hoaks Menjelang Pemilu?


AKURAT.CO Saat ini Indonesia sedang berada di tengah perkembangan teknologi dan informasi. Hal tersebut membuat seseorang semakin mudah dalam mengakses apapun, terutama terkait hoaks yang kian gencar menjelang Pemilu 2024.

Secara umum, kata hoaks sering kali digunakan untuk menyebut sesuatu yang palsu. Istilah ini telah menjadi bagian penting dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan berita bohong.

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (12/9/2023), dalam era digital saat ini, penyebaran hoaks dapat terjadi dengan cepat dan berdampak serius bagi masyarakat.

Hoaks dapat terjadi melalui berbagai jenis yang kerap kali terjadi di Indonesia. Lalu, apa saja jenisnya?

1. Hoaks proper

Berita bohong yang dibuat secara sengaja. Hoaks ini dilakukan oleh pelaku dengan sengaja untuk menipu orang lain

2. Judul berita yang clickbait

Sebagian besar orang terbiasa hanya melihat judul tanpa melihat isinya sama sekali. Jenis hoaks ini seringkali terjadi dengan memberikan judul heboh dan provokatif.

3. Berita benar tetapi menyesatkan

Biasanya berita lama kembali ramai sebagai usaha untuk menyesuaikan isu-isu terkini. Sehingga memberi kesan bahwa berita tersebut baru. Hal ini bisa menyesatkan jika tidak melihat tanggal penerbitannya.

Ketika menjelang Pemilu 2024, informasi hoaks kian merajalela di berbagai media sosial. Fenomena ini bertujuan untuk menjatuhkan salah satu calon sehingga menciptakan kebingungan dalam masyarakat.

Penggunaan hoaks sebagai alat politik menjadi masalah serius yang mengancam integritas dan proses demokrasi.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi yang beredar. Adapun cara untuk menyikapi hal tersebut, sebagai berikut:

1. Melakukan verifikasi sumber

Pertama kali yang harus dilakukan adalah melakukan verifikasi sumber dari berita. Periksa kebenaran dengan melihat nama penulis dan bandingkan dengan sumber lain

2. Tingkatkan literasi media

Diperlukan pemahaman mengenai cara kerja media, apakah ada tanda-tanda berita yang disampaikan itu hoaks atau tidak

3. Menggunakan sumber terpercaya

Pilihlah sumber media yang kredibel dan independen. Hindari menyebarkan berita melalui situs yang tidak jelas

4. Telaah dengan kritis

Gunakan sikap kritis dan evaluasi informasi dengan hati-hati sebelum menyimpulkan. Tips yang bisa dilakukan untuk mencegah berita palsu, seperti hindari judul provokatif, perhatikan alamat situs, cek fakta kepemiluan, serta cek keaslian foto dan video

5. Saling mengedukasi

Cara ini dapat mencegah pengaruh hoaks di lingkungan masyarakat. Bisa dilakukan dengan bagikan pengetahuan kepada orang terdekat.

Apabila menemukan berita hoaks sebaiknya segera untuk melaporkan kepada pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika supaya berita tersebut diberikan sanksi. Langkah yang dapat dilakukan dengan melakukan screen capture dan linknya, kemudian kirim ke aduankonten@mail.kominfo.go.id .

Untuk itu, diharapkan masyarakat menjadi lebih paham cara untuk menyikapi berita yang akan datang. Lakukanlah rutin membaca berita dari media-media yang memberikan informasi akurat. (Tasya Nurhaliza Putri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK