Akurat

Pratiko Ingatkan Perusahaan Teknologi: Jangan Sampai Panduan Edukasi Dibuat Tapi Tak Dipakai Masyarakat

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 11 Februari 2026, 07:21 WIB
Pratiko Ingatkan Perusahaan Teknologi: Jangan Sampai Panduan Edukasi Dibuat Tapi Tak Dipakai Masyarakat

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menekankan bahwa edukasi penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua dan guru, tetapi harus menjadi bagian dari tanggung jawab para pengembang teknologi.

"Penggunaan teknologi digital dan AI tidak ada pilihan, harus digunakan. Karena itu, tanggung jawab pengembang teknologi menjadi sangat penting. Jangan sampai panduan sudah dibuat, tetapi tidak digunakan oleh guru, orang tua, dan anak-anak Indonesia," kata Pratikno dalam kegiatan Memperingati Hari Keamanan Berinternet 2026/Safer Internet Day 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI, di Ruang Heritage Kantor Kemenko PMK, dikutip Rabu (11/2/2026). 

Dia menekankan bahwa mandat pembangunan manusia Indonesia adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tangguh, sehat secara fisik, mental, moral, sosial, dan spiritual. Menurutnya, kecerdasan tanpa kesehatan mental dan karakter yang kuat akan kehilangan makna di era disrupsi digital dan AI.

Baca Juga: Video AI Tampilkan Seorang Kepala Menteri Menembak Muslim Picu Kemarahan di India

Untuk itu, dia mengajak platform digital dan pengembang teknologi global untuk mengambil peran lebih aktif dan bertanggung jawab. Keberhasilan edukasi digital tidak diukur dari banyaknya panduan yang dibuat, melainkan sejauh mana panduan tersebut benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Dia mengingatkan, dampak negatif ruang digital terhadap kesehatan fisik dan mental anak merupakan tanggung jawab moral bersama. Pemerintah sangat berkepentingan membangun kolaborasi dengan sektor swasta, dalam mengembangkan teknologi yang memungkinkan edukasi digital berjalan efektif dan berkelanjutan.

"Saya mengajak, ini bukan hanya sekadar bekerja sama, tetapi mengembangkan teknologi yang memungkinkan edukasi secara masif. Kami di pemerintah sangat berkepentingan karena urusan pembangunan manusia semuanya terdisrupsi teknologi digital dan AI," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Siap Jaga Keberlanjutan Industri Media di Tengah Ancaman AI dan Disrupsi Digital

Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, menyampaikan komitmen YouTube dalam melindungi anak-anak di dunia digital tanpa memisahkan mereka dari teknologi.

Dia menyatakan, YouTube telah berkembang menjadi ruang pembelajaran digital yang dipercaya oleh 96 persen guru di Indonesia dan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Kemenko PMK, termasuk melalui inisiatif AKSI Digital.

"Melalui kolaborasi seperti AKSI Digital dan kerja sama dengan Kemenko PMK, kami ingin memastikan generasi muda memiliki pengetahuan dan ketahanan untuk berkembang di era digital," jelas Danny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.