Jaga Hulu, Selamatkan Sumatera: Suara Legislator di Tengah Duka Bencana

AKURAT.CO Banjir dan longsor yang meluluhlantakkan 50 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh telah merenggut banyak nyawa dan memaksa lebih dari satu juta warga meninggalkan rumah mereka.
Bencana alam ini menuai sorotan utama dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI.
Di tengah duka nasional, Anggota Komisi XII DPR, Shanty Alda Nathalia, menyampaikan suara yang bukan sekadar formalitas, melainkan jeritan hati yang membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga hulu demi masa depan ekologi Nusantara.
Ia menyoroti temuan lapangan terkait banyaknya batang-batang kayu dan log yang terbawa arus banjir.
Baca Juga: Komisi V DPR Tunda Rapat Soal Kesiapan Nataru, Penanganan Bencana di Sumatera Lebih Mendesak
"Saya ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam terkait dengan teman-teman kita saudara-saudara kita yang terkena banjir dan longsor yang melanda Sumatera. Kita semua tahu bahwa akibat adanya banjir dan longsor itu menyebabkan kerusakan yang parah di wilayah 50 kabupaten/kota di Sumut, Sumbar dan juga Aceh. Dan juga banyak korban jiwa dan bahkan yang mengungsi itu lebih dari satu juta pengungsinya yang menjadi korban," jelas Shanty dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
"Saya melihat dari sisi longsor dan arus banjir itu banyak sekali kayu-kayu log yang terbawa. Nah di situ kita berpikir apakah ini ada kaitannya?" sambung legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Dalam suasana yang penuh empati, Shanty menyerukan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, khususnya bersama dengan Kementerian Perhutanan.
Baca Juga: 1.009 Sekolah Terdampak Banjir Aceh-Sumatera, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen
Baginya, Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar bantuan logistik.
Selain juga pemulihan ekologis jangka panjang, terutama rehabilitasi hutan dan lahan di daerah hulu secara sistematis di daerah resapan air.
Meski mengkritisi kondisi ekologi di hulu, Shanty tetap memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Lingkungan Hidup yang dinilainya gerak cepat dan tanggap.
"Saya sebelumnya mengapresiasi dulu karena berbicara dengan Kementerian LH ini adalah kementerian yang saya lihat kinerjanya sangat luar biasa. Gerak cepat dan cepat tanggap dari sisi lingkungan hidup," tandasnya.
Baca Juga: Komisi X DPR Minta Mahasiswa Terdampak Bencana Diberi Dispensasi Akademik hingga Keringanan UKT
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








