Akurat

Mensesneg Minta Rencana Pembatasan Game Online Jangan Disalahartikan: Hanya Masalah Pengaturan

Atikah Umiyani | 14 November 2025, 15:32 WIB
Mensesneg Minta Rencana Pembatasan Game Online Jangan Disalahartikan: Hanya Masalah Pengaturan

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait dengan rencana pembatasan game online yang bermuatan kekerasan. 

Pras, sapaan akrabnya, juga meminta masyarakat agar tidak menyalahartikan rencana pembatasan ini. Menurutnya, pemerintah hanya ingin mengatur agar game online yang digunakan masyarakat, khususnya anak-anak, berada dalam batas wajar.  

"Ya, ada pembicaraan. Hanya kan, mohon maaf juga, jangan disalahartikan ya. Tentunya pembatasan mana, pembatasan ini adalah lebih kepada pengaturan," kata Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (14/11/2025). 

Baca Juga: DPD RI Dukung Kajian Pembatasan Game Online: Kebebasan Harus Ada Batasnya

Dia menegaskan, insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta juga bukan semata-mata disebabkan oleh pengaruh game online. Melainkan, karena adanya perundungan yang selama ini dialami pelaku peledakan. 

"Tentu kita juga menyadari banyak hal yang harus kita telaah ulang. Hal-hal yang sekiranya itu berdampak yang kurang baik. Apapun itu, tidak hanya masalah game online," ujarnya. 

Selain itu, pemerintah juga akan menaruh perhatian serius dalam mengatasi masalah perundungan. Dia pun mengajak semua pihak untuk bersama menjaga lingkungan yang aman. 

"Supaya perundungan-perundungan apalagi yang mengarah kepada kekerasan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama-sama. Dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan di sekitar tempat tinggal, di lingkungan sekolah, di lingkungan pergaulan. Kira-kira begitu maknanya," ungkapnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji kebijakan pembatasan game online di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menekan dampak negatif permainan digital terhadap anak-anak, yang dinilai berpotensi memengaruhi perilaku dan perkembangan moral generasi muda.

"Kita perlu memikirkan langkah konkret untuk membatasi dan mencari solusi atas pengaruh buruk dari game online terhadap anak-anak," ungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, seusai mendampingi Presiden di kediaman Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Minggu malam (9/11/2025).

Baca Juga: Pembatasan Game Online Perlu Dibarengi Penguatan Pengawasan di Sekolah

Dia menilai, sebagian konten dalam game online mengandung unsur kekerasan yang bisa berdampak pada pembentukan karakter anak. Seperti Player Unknown's Battlegrounds (PUBG), yang di dalamnya menampilkan adegan penggunaan senjata api dan pertempuran.

"Sebagai contoh, game seperti PUBG itu menampilkan aksi bersenjata dan pertempuran yang bisa dengan mudah ditiru oleh anak-anak. Kalau hal seperti ini dianggap wajar, maka bisa berbahaya secara psikologis," ujarnya.

Kebiasaan bermain game dengan konten kekerasan secara berulang, dapat membuat anak terbiasa melihat kekerasan sebagai sesuatu yang normal. Pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap fenomena tersebut.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk merumuskan langkah-langkah pengawasan dan regulasi yang tepat terhadap industri game online di Indonesia.

Tujuannya bukan untuk melarang secara total, melainkan memastikan game yang beredar aman dan edukatif bagi anak-anak. "Bukan berarti semua game itu buruk, tetapi perlu ada penyaringan dan batasan yang jelas agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap generasi penerus," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.