Akurat

Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Tingkatkan Indeks Massa Tubuh pada Anak dan Remaja

Atikah Umiyani | 9 Agustus 2025, 10:54 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Tingkatkan Indeks Massa Tubuh pada Anak dan Remaja

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak di Indonesia.

Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, mengatakan, hal ini terlihat dari kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak-anak dan remaja di sejumlah daerah yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

"Hasil pemantauan selama 15 minggu pelaksanaan program di Kota Bogor menunjukkan adanya peningkatan rata-rata IMT menurut umur. Ini juga terjadi di Aceh, di mana status gizi siswa sekolah dasar penerima program MBG menunjukkan perbaikan ke arah status gizi yang lebih baik," jelasnya di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Baca Juga: BGN: Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Tingkatkan Konsentrasi Anak

Makan Bergizi Gratis, lanjut Ikeu, juga memberikan manfaat pada peningkatan konsentrasi siswa di kelas.

Ini sejalan dengan hasil studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program Makan Bergizi Gratis disebut meningkatkan fokus belajar dan kemampuan kognitif siswa.

Data tersebut diperoleh dari kota-kota seperti Bogor dan Papua, khususnya bagi siswa yang sebelumnya tidak sarapan pagi.

Baca Juga: Bone Jadi Percontohan Nasional Program Makan Bergizi Gratis untuk Santri

Studi di SMKN 6 Medan menunjukkan bahwa Makan Bergizi Gratis secara signifikan meningkatkan motivasi kehadiran dan konsentrasi belajar siswa.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan, Makan Bergizi Gratis juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Program ini menciptakan lapangan kerja baru melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memberdayakan UMKM dan BUMDes dalam hal penyediaan bahan baku Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Berhasil Tingkatkan Indeks Massa Tubuh Anak

Suratina, misalnya, nenek berusia 63 tahun, salah satu pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seyegan 01, Sleman, Yogyakarta.

Dia mengaku senang mendapatkan pekerjaan ini. Selain mendapatkan upah untuk keperluan sehari-hari, dia juga memiliki teman baru di dapur SPPG.

"Saya suka teringat cucu saya di rumah. Teringat saat menyediakan bekal untuk saya dulu," ujar nenek lima cucu ini.

Baca Juga: Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis Hampir Tembus 7 Juta Orang di Awal Juli 2025

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK