Cegah Dini Potensi Ancaman, Camat Perbatasan Dan Aparatur PLBN Ikut Diklat Intelijen

AKURAT.CO Selama sepekan camat di kawasan perbatasan negara dan aparatur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) mendapat pendidikan dan pelatihan (Diklat) mengenai intelijen.
Mulai dari peran dan kegiatan intelijen di wilayah perbatasan hingga simulasi menjadi seorang intelijen dalam mendapatkan informasi.
Diklat intelijen dan kewaspadaan dini di kawasan perbatasan 2023 yang berlangsung pada 26 Februari hingga 5 Maret 2023 di Hotel Sutan Raja, Bandung, Jawa Barat ini telah resmi ditutup, Sabtu (4/3/2023) malam.
Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintahan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Andi Muhammad Yusuf mengapresiasi para camat dan aparatur PLBN yang mengikuti Diklat.
Andi menyatakan diklat intelijen ini sangat penting sebagai tambahan ilmu bagi camat perbatasan dalam melakukan upaya deteksi dan cegah dini terhadap potensi ancaman.Seperti berbagai bentuk peristiwa konflik, potensi kerawanan terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, masuknya paham dan ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Aksi separatis dan aksi terorisme yang merebak di berbagai daerah, permasalahan kerukunan umat beragama. Tantangan ekonomi global hingga dinamika sosial masyarakat lainnya yang dapat berdampak pada terjadinya gangguan yang cenderung mengarah kepada instabilitas nasional," tuturnya.
Diharapkan diklat intelijen ini memberi wawasan bagi aparatur di wilayah perbatasan untuk bisa mencegah potensi kerawanan yang berujung disintegrasi bangsa dengan adanya beberapa peristiwa konflik horizontal serta berbagai permasalahan yang terjadi di daerah perbatasan negara.
"Selaku aparatur negara selalu tingkatkan kewaspadaan dini melalui upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas negara," ujar Andi dalam pidato penutupannya.
Lebih lanjut Andi mendorong setelah diklat intelijen ini camat perbatasan dan aparatur PLBN bisa melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang deteksi dini dan cegah dini.
Membangun komunikasi, kerja sama dan koordinasi aktif antar unsur intelijen negara baik di tingkat pusat maupun di daerah.Serta memanfaatkan forum-forum yang sudah terbentuk dalam masyarakat seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan forum-forum atau organisasi kemasyarakatan lainnya.
"Terus tingkatkan pemahaman terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku khususnya di bidang intelijen dan kewaspadaan dini. Kepentingan bangsa serta pelihara dan pertahankan keutuhan NKRI menjadi prioritas utama," ujar Andi.
Kegiatan diklat intelijen camat perbatasan ini merupakan kerja sama Ditjen Polpum Kemendagri, BNPP serta Pusdik Intelijen Polri.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 orang peserta dari aparatur Kesbangpol perwakilan provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia, aparatur pengelola perbatasan negara, camat kawasan perbatasan, aparatur PLBN serta aparatur di lingkungan kantor Pusat BNPP.
Selama enam hari mulai 26 Februari hingga 5 Maret 2023, para peserta dibimbing dan diberi pengetahuan oleh para narasumber dari Waasintel Kasad TNI AD, Waasintel Kasdam XVII/ Cenderawasih TNI dan Pusat Pendidikan Intelijen Polri. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



