Transformasi dan Keberlanjutan Jadi Kunci Bluebird Menjaga Laju Pertumbuhan

AKURAT.CO PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat kinerja impresif sepanjang semester I 2025, didukung oleh strategi transformasi bisnis dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Perusahaan transportasi yang identik dengan taksi biru ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,67 triliun, tumbuh sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih pun meningkat 27,4% menjadi Rp339,1 miliar.
Pertumbuhan kinerja tersebut turut diperkuat oleh capaian positif selama kuartal II 2025. Pendapatan perusahaan tercatat naik 13,3% secara tahunan, sementara laba bersih dan EBITDA masing-masing tumbuh 15,6% dan 17,7%.
Merespon hal tersebut, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan yang menekankan diversifikasi layanan dan efisiensi operasional.
"Kami tidak hanya mengandalkan satu pendekatan dalam menjaga relevansi di industri mobilitas. Kami memperkuat transformasi digital, memperluas kanal layanan, dan menjawab kebutuhan pelanggan dengan solusi yang lebih fleksibel," kata Andre, sapaan akrabnya, Rabu (30/7/2025).
Bluebird kini tidak lagi semata-mata bergantung pada layanan taksi. Segmen non-taksi, seperti sewa mobil, bus, layanan shuttle, logistik, serta jual-beli dan perawatan kendaraan, mencatat pertumbuhan sebesar 17,1%.
Sementara itu, segmen taksi tetap tumbuh stabil sebesar 11,7%. Kontribusi kedua segmen masing-masing sebesar 69% (taksi) dan 31% (non-taksi), menunjukkan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi.
Salah satu pendorong pertumbuhan signifikan adalah meningkatnya penggunaan fitur fixed price di aplikasi Bluebird, yang naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Fitur ini dinilai pelanggan memberikan kepastian tarif dan kenyamanan.
Baca Juga: Setiap Kilometer Bersama Bluebird Jadi Akses Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Pada segmen shuttle, layanan Cititrans memperluas jaringan ke kota-kota strategis seperti Jakarta-Tegal, Solo-Bandara Juanda, hingga Magelang-Semarang. Di sisi lain, kolaborasi Bluebird dengan Transjakarta memperkuat peran perusahaan dalam mendukung transportasi publik yang terintegrasi dan andal di ibu kota.
Tak hanya fokus pada kinerja bisnis, Bluebird juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan.
Selama dua tahun terakhir, perusahaan masuk dalam konstituen Indeks SRI-KEHATI, yang menilai perusahaan berdasarkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Beberapa inisiatif yang memperkuat posisi ini antara lain perluasan armada kendaraan listrik, program Beasiswa Bluebird Peduli—yang telah menjangkau lebih dari 66.000 anak pengemudi dan karyawan—serta kegiatan tanam pohon yang melibatkan masyarakat luas.
"Bluebird ingin tumbuh sebagai perusahaan mobilitas yang tidak hanya andal dari sisi layanan, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ucap Andre kembali.
Dengan fundamental bisnis yang solid, ekspansi layanan yang adaptif, serta nilai-nilai keberlanjutan yang dijaga, Bluebird optimistis dapat terus menjadi pelaku utama dalam industri transportasi nasional, sekaligus mitra strategis dalam membangun sistem mobilitas Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









