Akurat

Circulate Capital Investasi di RI, Dorong Ekonomi Sirkuler

Hefriday | 3 Juli 2025, 17:50 WIB
Circulate Capital Investasi di RI, Dorong Ekonomi Sirkuler

AKURAT.CO Circulate Capital, perusahaan manajemen investasi terkemuka dalam ekonomi sirkular untuk negara berkembang, resmi mengumumkan dua investasi strategis terbarunya di Indonesia. 

Investasi ini menyasar dua pelaku daur ulang plastik lokal, yaitu Pelita Mekar Semesta (PMS) dan Polindo Utama, sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok daur ulang nasional sekaligus menjawab tantangan polusi plastik.
 
Langkah ini menandai komitmen jangka panjang Circulate Capital dalam membangun solusi ekonomi sirkular yang tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis di pasar berkembang seperti Indonesia.
 
"Indonesia adalah salah satu negara dengan peluang terbesar untuk meningkatkan solusi ekonomi sirkular global,” ujar Dondi Hananto, Associate Investment Partner Asia Tenggara sekaligus Head of Indonesia Circulate Capital, dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).
 
 
Pelita Mekar Semesta (PMS), yang telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun di Jawa Timur, berfokus pada daur ulang jenis plastik poliolefin yang umum digunakan untuk kemasan dan kantong. 
 
Investasi dari Circulate Capital akan memungkinkan PMS meningkatkan kapasitas produksi blow-film hingga tiga kali lipat, sekaligus memperluas jangkauan pusat pengumpulan dan penyortiran plastik di berbagai kota.
 
Produk yang dihasilkan meliputi pelet daur ulang hingga barang jadi seperti plastik pertanian dan kantong sampah.
 
Sementara itu, Polindo Utama merupakan perusahaan daur ulang plastik PET dengan pengalaman lebih dari dua dekade. PET adalah jenis plastik yang umum digunakan pada botol minuman. 
 
Polindo menjalankan proses daur ulang dari hulu ke hilir, mulai dari pengumpulan botol pasca-konsumsi, pencucian, hingga produksi kepingan dan pelet food-grade. Saat ini, Polindo berhasil mendaur ulang lebih dari 2,8 miliar botol plastik setiap tahunnya. 
 
Dengan tambahan investasi, Polindo akan memperluas kapasitasnya dan mulai mengolah jenis plastik lainnya untuk memenuhi permintaan pasar akan bahan daur ulang berkualitas.
 
Secara kumulatif, hingga tahun 2030, kedua perusahaan diperkirakan akan mendaur ulang 320.000 ton sampah plastik dan menciptakan tambahan kapasitas daur ulang lebih dari 30.000 ton.
 
Selain itu, investasi ini diproyeksikan dapat meningkatkan kesejahteraan hingga 10.000 pekerja sektor persampahan di Indonesia.
 
Indonesia diketahui menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik setiap tahun, dengan lebih dari 70% berisiko mencemari lingkungan.
 
Meski demikian, ekosistem daur ulang lokal dinilai cukup aktif dan memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama dengan adanya kebijakan pendukung dan peningkatan kesadaran konsumen.
 
Menurut Direktur Senior Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, langkah Circulate Capital ini sangat penting dalam membangun infrastruktur ekonomi sirkular nasional. 
 
“Kami tidak hanya menjawab tantangan sampah saat ini, kami juga sedang membangun solusi masa depan,” ujarnya.
 
Hal senada disampaikan oleh Nurdiana Darus, Head of Sustainability dan Corporate Affairs Unilever Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem daur ulang yang inklusif dan berkelanjutan. 
 
“Dengan membangun sistem daur ulang bersama, kita dapat memastikan plastik terus digunakan sebagaimana mestinya dan tidak mencemari lingkungan,” katanya.
 
Circulate Capital telah berinvestasi pada total 23 perusahaan di Asia dan Amerika Latin, dengan fokus pada pengurangan limbah plastik, mitigasi perubahan iklim, serta pembangunan rantai pasok yang tangguh.
 
Hingga saat ini, portofolio investasi mereka telah menambah kapasitas daur ulang sebesar 455.000 ton per tahun, mencegah emisi karbon sebesar 627.000 ton CO₂e, dan meningkatkan taraf hidup lebih dari 6.600 pekerja.
 
Investasi terbaru di PMS dan Polindo menjadi bagian dari strategi Circulate Capital dalam memperkuat solusi daur ulang yang terbukti efektif dan siap diperluas.
 
Melalui kombinasi modal, dukungan teknis, dan koneksi pasar, perusahaan ini menargetkan Indonesia sebagai pasar strategis dalam agenda ekonomi sirkular global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa