JK6, Pusat Data Terbesar RI Resmi Diluncurkan, Kadin Soroti Kedaulatan Digital

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pentingnya pusat data sebagai tulang punggung hilirisasi digital nasional saat menghadiri peluncuran fasilitas pusat data terbaru milik PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yakni JK6 Data Center di kawasan MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam peresmian yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid itu, Anindya menyebut bahwa kehadiran data center seperti JK6 merupakan langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
“Ini bukan sekadar peresmian, tetapi momentum penting dalam transformasi digital kita. Dengan kapasitas 36 megawatt, JK6 adalah bagian dari total kapasitas DCII yang mencapai 119 megawatt, kontribusi sebesar 40% dari kapasitas data center nasional. Ini luar biasa,” ujar Anindya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (4/5/2025).
Baca Juga: Gandeng Dubes Swiss, Kadin Siap Bahas Kerja Sama Inovasi dan Pendidikan Vokasi
Dirinya menekankan bahwa data center domestik seperti JK6, yang sepenuhnya dimiliki oleh anak bangsa, memiliki kualitas setara dengan pemain global. Menurutnya, keberadaan infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam menjaga digital sovereignty atau kedaulatan digital Tanah Air.
“Pusat data ini mencerminkan dua prinsip yang selalu dipegang Kadin, yakni strategi dan kecerdasan. Strategi berarti kita harus menggarap sektor yang berdampak luas, sedangkan kecerdasan mencakup penggunaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan. Semua itu butuh pondasi yang kuat: pusat data,” kata Anindya.
Anindya juga menyoroti pentingnya pengamanan data, khususnya ketika data dari luar negeri disimpan di dalam negeri. Menurutnya, Indonesia harus mampu menjamin keamanan informasi sebagai bagian dari kepercayaan global terhadap ekosistem digital nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komdigi Meutya Hafid mengapresiasi proyek JK6 sebagai salah satu pusat data terbesar di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan pusat data ini melibatkan lebih dari 3 juta jam kerja dan menyerap hampir 8.000 tenaga kerja lokal.
“Ini bukan hanya bangunan beton, melainkan simbol kolaborasi nasional. Kami bangga melihat keterlibatan tenaga profesional dalam negeri dalam proyek sebesar ini,” ujar Meutya.
Menteri AHY menambahkan bahwa nomenklatur baru kementeriannya, yang kini mencakup bidang komunikasi dan digital, merupakan penanda babak baru dalam pembangunan Indonesia. Ia menyatakan bahwa infrastruktur kini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia di era digital.
Baca Juga: Kolaborasi Kadin–Prancis Percepat Pendirian 1.000 Dapur Gizi MBG
“Infrastruktur masa kini harus menyatu dengan semangat transformasi. Kita tidak bisa lagi memisahkan teknologi dari pembangunan,” ujar AHY.
Sementara itu, Komisaris Utama DCII, Otto Toto Sugiri, menjelaskan bahwa dengan lebih dari 220 juta penduduk Indonesia yang telah terkoneksi internet, kebutuhan akan pusat data semakin mendesak. Ia menyebut pasar pusat data nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dari total kapasitas saat ini yang hanya mencapai sekitar 300 megawatt.
“Semua aktivitas, mulai dari keuangan, layanan publik, hingga komunikasi sehari-hari, kini bergantung pada pusat data. Maka pembangunan fasilitas seperti JK6 menjadi sangat krusial dalam menopang ekonomi digital kita,” ungkap Otto.
JK6 merupakan fasilitas data center terbaru milik DCI Indonesia dan kini menjadi gedung pusat data dengan kapasitas tunggal terbesar di Tanah Air. Keberadaannya diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam membangun ekosistem digital yang berdaya saing global serta mendukung program hilirisasi digital yang tengah digaungkan pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









