Akurat

Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp11,96 M di SEACare 2025 Malaysia

Hefriday | 22 Mei 2025, 12:15 WIB
Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp11,96 M di SEACare 2025 Malaysia

AKURAT.CO Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp11,96 miliar dalam ajang Southeast Asia Healthcare and Pharma Show 2025 (SEACare 2025) yang digelar pada 23–25 April 2025 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong penetrasi produk kesehatan nasional ke pasar internasional.

Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di SEACare 2025 merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekspor, khususnya di sektor alat kesehatan dan farmasi.

“Partisipasi dalam SEACare 2025 menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong produk Indonesia tampil di pasar global. Capaian potensi transaksi sebesar Rp11,96 miliar menunjukkan bahwa produk kesehatan Indonesia berdaya saing dan semakin mendapat tempat di pasar internasional,” ujar Aziza dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

EKBaca Juga: Kemendag Siapkan Deregulasi Ekspor Furnitur, V-Legal Tidak Lagi Wajib untuk Semua Negara

Paviliun Indonesia dalam pameran ini menghadirkan empat entitas utama, yakni Mensa Group, PT Graha Teknomedika, Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), serta Himpunan Pengembangan Ekosistem Alkes Indonesia (HIPELKI).

Keempatnya membawa berbagai produk unggulan, mulai dari alat kesehatan, peralatan medis, produk perawatan, hingga suplemen dan obat-obatan.

Tak hanya menampilkan produk, Paviliun Indonesia juga menggelar berbagai agenda pendukung, termasuk program penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara peserta pameran dan calon pembeli dari luar negeri.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama ekspor jangka panjang bagi pelaku industri alat kesehatan nasional.

Salah satu pencapaian konkret dari partisipasi Indonesia dalam SEACare 2025 adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Graha Teknomedika dan Nufa Awana Sdn Bhd asal Malaysia. Dalam kerja sama tersebut, Nufa Awana akan bertindak sebagai distributor produk PT Graha Teknomedika di Malaysia selama satu tahun dengan nilai target transaksi sebesar Rp5 miliar.

ASPAKI sebagai asosiasi pelaku usaha alat kesehatan nasional turut menyambut baik hasil dari keikutsertaan Indonesia di SEACare 2025. Menurut perwakilannya, partisipasi ini sangat membantu membuka akses ke pasar regional Asia Tenggara.

Baca Juga: Mendag Budi Dorong Penghapusan Tarif Resiprokal AS Demi Genjot Ekspor Furnitur

Para anggota ASPAKI merasakan langsung manfaat dari ajang ini, mulai dari promosi produk secara langsung, pembukaan jejaring internasional, hingga peluang kerja sama ekspor yang berkelanjutan.

Mensa Group, salah satu peserta dari Indonesia, menyoroti bahwa SEACare 2025 bukan hanya sekadar pameran dagang. Pihaknya menilai pameran ini juga menjadi wadah edukasi dan inovasi melalui seminar, demonstrasi produk, serta diskusi panel. Kegiatan ini memberi nilai tambah bagi peserta dalam mengembangkan strategi ekspansi dan inovasi pasar di sektor kesehatan.

SEACare 2025 sendiri merupakan pameran internasional yang menampilkan produk-produk di bidang perawatan kesehatan, alat medis, dan farmasi. Acara ini diselenggarakan oleh kolaborasi sejumlah lembaga, seperti National Cancer Society Malaysia, MMA Public Health Society NCD Malaysia, dan Frost & Sullivan.

Dukungan juga datang dari lembaga seperti Malaysia Trade and Development Corporation (MATRADE), Medical Device Authority (MDA), serta SIRIM Berhad.

Mengangkat tema “Strategic Partnerships in Healthcare Innovation: Fostering Collaboration for Digital Transformation”, SEACare 2025 bertujuan mendorong kolaborasi lintas negara dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis teknologi digital. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Zulkefly Ahmad.

Pada edisi tahun ini, SEACare diikuti oleh 250 stan dari 13 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Tiongkok, dan India. Terdapat 130 jenis merek produk yang dipamerkan, menandakan luasnya peluang kerja sama antarnegara di sektor kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi