Akurat

Indonesia Dukung Forum Dialog Tahunan Perdagangan dengan Singapura

Hefriday | 17 Mei 2025, 19:20 WIB
Indonesia Dukung Forum Dialog Tahunan Perdagangan dengan Singapura

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan forum dialog tahunan antarmenteri bidang perdagangan dengan Singapura, yang dikenal sebagai Annual Ministerial Dialogue (AMD).

Forum ini direncanakan mulai berlangsung pada paruh kedua tahun 2025 dan akan menjadi platform strategis dalam memperkuat kolaborasi perdagangan antara kedua negara.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam pertemuannya dengan Menteri Hubungan Perdagangan Singapura, Grace Fu, pada Jumat (16/5/2025) di Jeju, Korea Selatan.

Pertemuan berlangsung usai keduanya mengikuti agenda Pertemuan Menteri Perdagangan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC MRT).

Baca Juga: Kemendag Siap Bahas Pembatasan Impor Singkong dan Tapioka di Forum Kemenko Perekonomian

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Budi yang akrab disapa Mendag Busan menegaskan bahwa AMD akan menjadi wadah penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis perdagangan internasional.

“Indonesia mendukung penuh pelaksanaan pertemuan perdana AMD. Forum ini diharapkan mampu mendorong dialog konstruktif, pertukaran informasi, serta aksi nyata dalam memperkuat fasilitasi perdagangan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

AMD dirancang sebagai forum tahunan antara Menteri Perdagangan Indonesia dan Menteri Perdagangan serta Industri Singapura.

Melalui pertemuan ini, kedua negara dapat memperkuat promosi perdagangan, menjalin koordinasi lebih erat, serta mengeksplorasi isu-isu baru yang relevan dengan dinamika global dan regional.

Dalam konteks kerja sama regional, Indonesia juga memanfaatkan momentum pertemuan tersebut untuk meminta dukungan Singapura dalam proses aksesi keanggotaan Indonesia dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya pembentukan Accession Working Group agar proses negosiasi akses pasar dapat segera dimulai.

“Bergabung dalam CPTPP merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar, memperkuat integrasi ekonomi regional dan global, serta mempercepat reformasi kebijakan perdagangan nasional yang lebih progresif,” jelas Mendag Busan.

Baca Juga: Kemendag Luncurkan GASPOL, Gerakan Kamis Pakai Produk Lokal

Indonesia berharap, dengan dukungan negara-negara anggota seperti Singapura, proses aksesi dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional, termasuk peningkatan volume perdagangan ekspor dan impor.

Sementara itu, Menteri Grace Fu menyambut baik rencana pelaksanaan AMD dan menyampaikan komitmen Singapura untuk terus memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia. Ia menilai, forum ini akan menjadi kanal penting dalam menjaga komunikasi terbuka dan meningkatkan kepercayaan antara pelaku usaha dari kedua negara.

Sedangkan dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura menunjukkan intensitas yang tinggi. Pada periode Januari–Maret 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai USD7,54 miliar.

Ekspor Indonesia ke Singapura sebesar USD2,96 miliar, sementara impor dari Singapura mencapai USD4,59 miliar.

Sepanjang 2024, total perdagangan Indonesia dan Singapura mencapai USD33,72 miliar. Singapura juga menjadi investor utama di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD20 miliar pada tahun yang sama, meningkat 41,44% dibandingkan tahun sebelumnya.

Singapura menempati posisi penting dalam struktur perdagangan Indonesia. Negara kota tersebut menjadi mitra ekspor ke-5 terbesar dan mitra impor ke-2 terbesar bagi Indonesia.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Singapura meliputi gas alam, minyak petroleum, emas, dan residu petroleum. Sementara itu, impor utama Indonesia dari Singapura meliputi gas alam, mesin pemroses data otomatis, hidrokarbon siklik, dan emas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi