IFAD Akui Keberhasilan Program YESS di Subang: Cetak Ribuan Pengusaha Muda Tani

AKURAT.CO Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat pengakuan positif dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) atas keberhasilannya mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Subang, Penasihat Portofolio Senior IFAD untuk Asia dan Pasifik, Kaushik Barua, meninjau langsung unit-unit pengolahan hasil pertanian serta bertemu dengan penerima manfaat Program YESS.
Ia mengapresiasi pencapaian YESS yang tidak hanya memberikan pelatihan dasar hingga lanjutan, tetapi juga memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi peserta.
“Kami melihat model pelatihan YESS sangat efektif, mulai dari pelatihan dasar hingga ekspor, disesuaikan dengan kebutuhan peserta,” ujar Barua, Minggu (27/4/2025).
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan, Program YESS telah berhasil memberdayakan lebih dari 3.000 pengusaha muda di berbagai subsektor seperti peternakan, hortikultura, dan bahkan ekspor.
“Banyak anak muda kini tidak hanya bertani, tetapi bertransformasi menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri dan inovatif,” kata Sudaryono.
Baca Juga: Wacana Solo Jadi Daerah Istimewa, Pemerintah Minta Publik Sabar
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, YESS dalam lima tahun terakhir aktif meningkatkan keterlibatan generasi muda di sektor pertanian melalui pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi akses pasar, dan pembiayaan.
“Jika regenerasi petani tidak disiapkan dengan serius, kita bisa menghadapi krisis pelaku usaha tani di masa depan,” ujar Idha.
Dalam kunjungannya, Barua mengunjungi berbagai proyek olahan hasil tani seperti pengolahan nanas menjadi kerupuk, kain, hingga selai.
Ia juga mengapresiasi pendekatan inklusif YESS yang memberdayakan laki-laki dan perempuan secara seimbang.
“Saya telah mencoba langsung produk-produk yang dihasilkan, dan kualitasnya sangat tinggi. Ini menunjukkan keberhasilan membangun kapasitas penerima manfaat,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Asriani, menceritakan perjalanannya.
Memulai usaha kerupuk ikan pada 2016, ia berkembang pesat setelah mengikuti pelatihan YESS, dengan menciptakan inovasi kerupuk nanas bumbu rujak dan salai nanas krispi.
"Berkat dukungan pelatihan dan alat produksi dari YESS, produksi dan pemasaran kami meningkat signifikan," ungkap Asriani, yang kini mempekerjakan enam orang.
Kisah sukses serupa datang dari Jajang, petani jamur tiram. Sejak bergabung dalam program YESS, produksi jamur Jajang melonjak dari 20 kg menjadi 350 kg per bulan.
Kini ia mengelola delapan pekerja tetap dan bermitra dengan sekitar 30 petani lokal.
Barua menyoroti pentingnya dampak sosial dari program ini. Menurutnya, penerima manfaat seperti Jajang kini menjadi penggerak komunitas, membagikan ilmu usaha ke sesama petani.
"Proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun pemimpin komunitas. Ini sangat membanggakan," jelas Barua.
Meski menilai program YESS berjalan efektif, Barua menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan model pengembangan, apakah melalui koperasi atau skema individu, agar dapat memperluas keberhasilan ke lebih banyak daerah.
Dengan berbagai keberhasilan yang telah dicapai, Barua berharap program ini terus dikembangkan untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda tani yang inovatif dan tangguh di masa depan.
Baca Juga: Piala Sudirman: Langsung Sumbang Poin di Laga Debut, Kenangan Selamanya Bagi Ana/Tiwi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









