Indonesia Serius Garap Gandum Tropis, Mentan Amran Kirim Delegasi ke Yordania dan Brasil

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mulai menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan komoditas gandum sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan pengiriman delegasi ke Yordania dan Brasil untuk mempelajari praktik terbaik dalam produksi gandum tropis yang adaptif dengan kondisi iklim Indonesia.
Delegasi tersebut, kata Mentan, berangkat pada Selasa malam (27/5/2025). Mereka ditugaskan mempelajari kesesuaian iklim, teknologi budidaya, serta sistem pertanian yang digunakan negara tujuan.
Baca Juga: Kembangkan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal, Kementan Gandeng Masyarakat Adat
Menurutnya, kawasan seperti Yordania dan Brasil memiliki agroklimat yang dinilai serupa dengan beberapa wilayah di Indonesia, sehingga bisa menjadi referensi penting dalam pengembangan varietas gandum lokal.
“Gandum yang selama ini belum kita seriusi, sekarang kita akan serius. Tahun ini kami sudah kirim delegasi, tadi malam ke Yordania dan Brasil,” ujar Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/5/2025), usai Rapat Pembahasan Potensi dan Strategi Pengembangan Budidaya Komoditas Pertanian.
Amran menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menanam gandum, terutama jika proses adaptasi varietas berhasil dikembangkan dengan dukungan riset dari negara-negara berpengalaman. Untuk itu, Kementerian Pertanian juga telah menjalin komunikasi dengan para ahli pertanian dari Yordania dan Australia.
Menurut Amran, kunjungan ke Yordania tidak hanya berfokus pada pengamatan lapangan, namun juga bagian dari implementasi kerja sama bilateral yang telah ditandatangani.
Nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Yordania telah diteken oleh Amran dan Menteri Pertanian Yordania Khaled Al Henefat, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman.
“Ini terobosan baru untuk gandum. Kami sudah mengecek kecocokan agroklimat di seluruh Indonesia. Sekarang tinggal mencari bibit unggul yang bisa kita kembangkan di sini,” jelas Amran.
Baca Juga: Kementan Dorong Petani Muda Aktif di Koperasi Desa Merah Putih
Selain itu, ia juga menyoroti keunggulan sistem pengelolaan air di Yordania yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan sumber daya air. Hal ini dinilai relevan dengan tantangan di beberapa wilayah Indonesia yang mengalami kondisi serupa.
Mentan menyampaikan optimisme bahwa jika strategi ini berhasil diimplementasikan, produksi gandum dalam negeri dapat menyusul kesuksesan produksi beras nasional yang selama ini menjadi andalan. Namun, ia belum merinci siapa saja yang tergabung dalam delegasi tersebut.
“Insya Allah, mudah-mudahan nanti hasilnya bisa menyamai produksi beras kita yang sudah meningkat signifikan,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








