Pemerintah Genjot Riset Gandum dan Kedelai Demi Swasembada Pangan

AKURAT.CO Pemerintah semakin serius mewujudkan swasembada pangan nasional dengan menjalin sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan riset strategis untuk empat komoditas utama, yakni jagung, kedelai, bawang putih, dan gandum.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi titik penting dalam mengatasi tantangan produksi komoditas yang selama ini sulit berkembang di dalam negeri, khususnya gandum.
“Ini adalah pertemuan antara industri, perguruan tinggi, para peneliti, dengan Pak Mendiktisaintek. Kita fokus pada komoditas yang selama ini sulit tumbuh di Indonesia, yaitu gandum,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Baca Juga: Kembangkan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal, Kementan Gandeng Masyarakat Adat
Pemerintah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produktivitas komoditas tersebut, dengan kedelai sebagai contoh yang saat ini telah mencapai 4,39 ton per hektare.
Mentan menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus ditingkatkan dan dijadikan standar baru dalam produksi pangan nasional.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa sinergi lintas kementerian ini mencakup bukan hanya riset, tetapi juga pengembangan hingga aplikasi langsung di lapangan.
“Jadi tidak hanya meriset, tapi juga dikembangkan dan diaplikasikan untuk peningkatan produksi jagung, kedelai, bawang putih, dan gandum,” ujarnya.
Sudaryono mengungkapkan bahwa riset untuk komoditas gandum dan bawang putih telah dilakukan sejak dekade 1990-an. Saat ini, kata dia, merupakan momentum yang tepat untuk menuntaskan dan mengimplementasikan hasil penelitian tersebut demi kepentingan pangan nasional.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengurangan impor terhadap empat komoditas ini secara bertahap. Strategi ini menjadi bagian dari program besar untuk mencapai swasembada pangan serta membangun kemandirian sektor pertanian nasional.
Baca Juga: Kementan Dorong Petani Muda Aktif di Koperasi Desa Merah Putih
Tak hanya fokus pada pangan utama, pemerintah juga mempersiapkan pengembangan untuk 12 komoditas perkebunan, seperti kelapa, kelapa sawit, dan tebu. Inisiatif ini akan dilakukan melalui skema co-host riset dan hilirisasi produk, sehingga nilai tambah dari hasil pertanian bisa ditingkatkan secara optimal.
Wamentan menjelaskan bahwa riset pertanian kali ini juga diarahkan untuk menghasilkan produk hilir bernilai ekonomi tinggi. Transformasi hasil panen menjadi produk olahan dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah.
Dalam upaya memperkuat integrasi riset, konsorsium berbasis komoditas akan dibentuk. Setiap konsorsium akan terdiri dari akademisi, peneliti kementerian, dan pelaku industri.
“Satu komoditas, satu tim riset. Mulai dari hulu sampai hilir, dari nol sampai final, semuanya dikerjakan secara terintegrasi dalam satu komando,” jelas Sudaryono.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 hingga Rp40 miliar untuk mendukung riset empat komoditas tersebut. Ia menegaskan bahwa 54 perguruan tinggi dengan Fakultas Pertanian akan dilibatkan secara aktif dalam program ini.
“Konsorsium ini lengkap. Peneliti, dosen, dan guru besar yang memahami sisi hulu hingga hilir, termasuk proses standardisasi hingga komersialisasi, akan bekerja bersama. Ini upaya serius menuju pertanian yang modern dan mandiri,” tegas Brian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









