Pemerintah Genjot Industri Kulit, Ekspor Capai USD4,6 Miliar di 2024

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong penguatan industri kecil dan menengah (IKM) sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.
Salah satu fokus utama adalah industri kulit dan produk turunannya yang dinilai memiliki potensi besar di pasar ekspor.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyebut, pengembangan sentra IKM akan memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh.
"Kami mendorong hilirisasi bahan baku lokal menjadi produk berkualitas dan pengembangan komunitas IKM di berbagai wilayah," ujarnya, Minggu (20/4/2025).
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan DAK Fisik Bidang IKM untuk membiayai pengembangan sentra-sentra industri.
Reni memaparkan, industri kulit dan produk kulit menjadi salah satu subsektor unggulan. Sepanjang 2024, nilai ekspor komoditas ini mencapai USD4,6 miliar, naik 8 persen dari tahun sebelumnya.
Sebagian besar berasal dari alas kaki kulit (USD3,1 miliar) dan tas kulit (USD1,1 miliar).
Baca Juga: Iwan Sunito Dukung Program 3 Juta Rumah, Siap Berkontribusi Lewat Teknologi Modular
Menariknya, DIY (Yogyakarta) menjadi salah satu provinsi penyumbang ekspor terbesar di sektor ini.
"Produk kulit dari Jogja punya potensi besar dan perlu terus dikembangkan," katanya.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi peran UPTD NKJ (Unit Pelaksana Teknis Daerah - Nukleus Kulit Jogja) dalam pembinaan industri kulit di DIY. Saat ini, sudah ada 42 IKM yang tergabung dan memanfaatkan fasilitas tersebut.
“UPTD NKJ menyediakan sarana produksi, pelatihan SDM, pendampingan usaha, kemitraan, hingga promosi produk,” jelas Reni.
Untuk memperkuat peran tersebut, pemerintah kembali mengalokasikan DAK Non Fisik 2025 untuk pengembangan UPTD NKJ dan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN).
Tak hanya itu, sinergi akan dilakukan dengan balai-balai milik Kemenperin seperti BPIPI, BBSPJIKKP, dan BBSPJIKB, serta asosiasi dan pakar industri guna memperkuat sentra produksi lokal.
Dirjen IKMA berharap ke depan, UPTD NKJ bisa menerapkan skema pembiayaan mandiri, baik dari APBD maupun melalui retribusi berbasis regulasi.
Ia juga mengajak para pelaku industri untuk memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal.
“Jadikan UPTD NKJ sebagai ruang kolaborasi, tempat belajar, berinovasi, dan meningkatkan daya saing. Kita bisa buat produk kulit lokal berjaya di pasar global,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










