Gelar Business Networking, Kemendag Buka Peluang Ekspor Lewat Diplomasi Ekonomi

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar kegiatan jejaring bisnis (business networking) yang digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition (PTE), Kemendag, Jakarta, pada Kamis (17/4/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas peluang kerja sama perdagangan serta memperkuat eksistensi produk unggulan nasional di pasar global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang interaksi langsung antara pelaku usaha Indonesia dengan perwakilan resmi dari negara-negara sahabat.
Dirinya menilai jejaring merupakan elemen krusial dalam memperluas pengaruh bisnis ke pasar luar negeri.
“Jejaring adalah kunci untuk memperkuat posisi bisnis. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah produktif untuk membangun sinergi konkret antara pelaku usaha dan perwakilan luar negeri,” ujar Mendag Budi dalam keterangan tertulis yang di terima di Jakarta, Jumat (18/4/2025).
Baca Juga: Kemendag Tindak Pelanggaran Produk Tak Sesuai Ketentuan Senilai Rp15 Miliar
Empat perusahaan nasional turut dilibatkan dalam sesi business matching, yaitu PT Lumbung Bumi Madani, PT Dami Sariwarna, Asia Pasific Rayon, dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. Keempatnya menampilkan produk unggulan mulai dari dekorasi rumah, minuman herbal, serat viskose ramah lingkungan, hingga makanan dan minuman olahan.
Tak hanya dari sisi pelaku usaha domestik, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Asing, seperti Seiko Kazumi selaku Vice President Director dari Japan External Trade Organization dan Safwan Awwal Ibrahim selaku Minister Counsellor Kedutaan Nigeria.
Sementara dari Afrika, hadir pula delegasi importir asal Kamerun yang berasal dari berbagai bidang industri dan institusi pertanian.
Dalam pemaparan, PT Lumbung Bumi Madani menyoroti peran sosial mereka dalam memberdayakan pengrajin lokal, khususnya perempuan, di Jawa Tengah. PT Dami Sariwarna memamerkan jangkauan distribusi globalnya yang telah menembus pasar Afrika dan Eropa Timur.
Sementara itu, Asia Pasific Rayon menampilkan inovasi produk berkelanjutan berbahan dasar selulosa kayu yang ramah lingkungan. Di sisi lain, PT Garudafood telah sukses mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara termasuk di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin bulanan sebagai bentuk komitmen jangka panjang.
Program ini tidak hanya memperkenalkan produk, tapi juga membuka ruang diplomasi ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha dengan para pengambil kebijakan luar negeri.
“Melalui kegiatan ini, perusahaan Indonesia bisa menarik minat buyer dan memperkuat kerja sama dagang dengan negara-negara yang diwakili para tamu undangan,” jelas Fajarini.
Baca Juga: Permendag 8/2024 Akan Direvisi? Ini Kata Kemendag
Kegiatan business networking diharapkan bisa menciptakan efek berantai terhadap peningkatan volume ekspor serta memperluas keberadaan produk Indonesia di pasar global. Kemendag optimistis, melalui pendekatan yang konsisten, pelaku usaha nasional akan semakin kompetitif di kancah internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







