Akurat

BPBD: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta hingga Awal Februari

Siti Nur Azzura | 26 Januari 2026, 22:45 WIB
BPBD: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta hingga Awal Februari

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyatakan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta masih akan berlangsung hingga 1 Februari 2026.

Kondisi ini diperkirakan memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti banjir dan genangan.

BPBD Jakarta mengacu pada perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan sebagian besar wilayah Jakarta masih berada dalam fase cuaca basah. Menyikapi hal tersebut, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Baca Juga: Kenapa Musim Hujan Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

"Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan," kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, Senin (26/1/2026).

Isnawa mengimbau warga untuk rutin memantau perkembangan kondisi cuaca dan situasi terkini, melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Jakarta. Masyarakat dapat memantau tinggi muka air secara daring melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta memperoleh pembaruan informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id.

Baca Juga: Kenapa Banyak Semut Muncul Saat Musim Hujan?

Selain memantau informasi, BPBD juga menyarankan masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana untuk mengantisipasi kondisi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

BPBD Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112, apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan pertolongan. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis.

"BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di ibu kota," pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.