Akurat

Cegah Aksi Mesum, Pemprov Jakarta tambah Ratusan CCTV di Ragunan

Citra Puspitaningrum | 10 Oktober 2025, 17:33 WIB
Cegah Aksi Mesum, Pemprov Jakarta tambah Ratusan CCTV di Ragunan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menambah sejumlah kamera pengawas (CCTV) di area Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah tindakan asusila selama masa uji coba pembukaan Ragunan pada malam hari, yang dimulai Sabtu, 11 Oktober 2025.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penambahan CCTV merupakan bagian dari sistem keamanan terpadu yang telah disiapkan sejak awal.

“Dulu setiap kami membuka taman, termasuk lima taman lain di Jakarta, banyak yang khawatir akan terjadi tindakan tidak senonoh. Di Ragunan pun, kami menyiapkan pengawasan serupa dengan penambahan CCTV dan sistem pemantauan lainnya. Sekarang semuanya sudah dipersiapkan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Pramono menegaskan, petugas di lapangan akan menindak tegas siapa pun yang kedapatan melakukan perbuatan tidak pantas di kawasan taman.

Ia berharap pembukaan Ragunan pada malam hari dapat menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif.

“Kalau ada tindakan asusila, tentu akan kami tindak tegas. Kami ingin Jakarta punya lebih banyak ruang yang bisa dinikmati masyarakat secara aman dan nyaman,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Wakil Dubes RI untuk Tiongkok, DPR Nilai Langkah Tepat Perkuat Diplomasi Strategis

Lebih lanjut, Pramono mengajak warga memanfaatkan kesempatan uji coba ini untuk berolahraga dan beraktivitas sehat di malam hari.

“Saya ingin masyarakat diberi kesempatan menikmati malam hari di Ragunan. Fasilitas olahraganya lengkap, jadi silakan dimanfaatkan untuk hal-hal positif,” tuturnya.

Berikut contoh background berita untuk mendukung naskah utama tentang uji coba pembukaan malam hari di Ragunan:

Taman Margasatwa Ragunan merupakan salah satu ikon wisata dan ruang terbuka hijau terbesar di Jakarta, dengan luas mencapai 147 hektare dan koleksi lebih dari 2.000 satwa serta 20.000 pohon.

Setiap akhir pekan, taman ini dikunjungi rata-rata 30.000–50.000 pengunjung, dan pada masa libur panjang jumlahnya bisa melonjak hingga lebih dari 100.000 orang.

Selama ini, Ragunan hanya dibuka hingga pukul 17.00 WIB. Namun, Pemprov Jakarta tengah melakukan uji coba pembukaan malam hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan ruang publik dan menghadirkan alternatif rekreasi malam bagi warga ibu kota.

Konsep “Ragunan Night Experience” ini memungkinkan masyarakat menikmati suasana malam di kebun binatang, sekaligus mendorong aktivitas olahraga malam seperti jogging, bersepeda, atau wisata edukatif ringan.

Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi penyalahgunaan ruang publik, terutama tindakan asusila.

Oleh karena itu, Pemprov Jakarta memperketat pengawasan dengan penambahan kamera CCTV, penempatan petugas keamanan, serta patroli rutin di sejumlah titik rawan.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga dan Kemandirian Desa

Langkah ini sejalan dengan visi Pemprov Jakarta dalam menjadikan kota ini sebagai “Kota Ramah Warga”, di mana ruang publik dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kegiatan positif, sehat, dan berbudaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.