Libur Nataru, Taman Margasatwa Ragunan Padat Pengunjung

AKURAT.CO Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, menjadi salah satu alternatif mengisi waktu bersama keluarga di musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hingga Kamis (25/12/2025) siang, pintu gerbang utama Taman Margasatwa Ragunan terus didatangi pengunjung dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Tidak sedikit juga pengunjung yang menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta juga Jaklingko.
Petugas gabungan dari kepolisian Satpol PP, TNI dan pihak keamanan Taman Margasatwa Ragunan siap siaga mengatur dan berjaga. Membantu pengunjung menyeberang jalan dan mengatur arah kendaraan.
Baca Juga: Evaluasi Pembatasan Angkutan Barang Nataru Perlu Diimbangi Mitigasi Dampak Logistik
Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan didominasi oleh keluarga yang berwisata. Anak-anak terlihat senang untuk melihat koleksi satwa.
Salah satunya Muhammad (10 tahun), yang bersama orang tuanya, nampak antusias melihat satwa gorila di Pusat Primata Schmutzer.
"Aku mau lihat gorila, udah enggak sabar," katanya.
Uti, orang tua dari Muhammad, mengatakan, keluarganya berangkat dari Depok, Jawa Barat, dengan menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, Taman Margasatwa Ragunan menjadi salah satu tempat wisata yang paling dinanti saat liburan sekolah akhir tahun.
"Masuknya enggak mahal. Anak juga senang bisa lihat dan belajar di sini. Saya sudah beli tikar tadi di depan buat nanti istirahat di bawah pohon," jelas Uti.
Selain melihat satwa-satwa seperti gajah, jerapah, primata dan lainnya, masyarakat dapat menikmati children playground, kereta keliling hingga sepeda listrik yang bisa disewa.
Sementara itu, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengimbau pengunjung dapat mengantisipasi kondisi cuaca dengan membawa payung atau jas hujan.
Selain itu, pengunjung Taman Margasatwa Ragunan juga diharapkan menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









