Akurat

Ketua Dewas PAM Jaya Sindir PSI: Francine Tidak Paham, IPO Air Bersih Justru demi Warga Jakarta

Wahyu SK | 21 Agustus 2025, 22:38 WIB
Ketua Dewas PAM Jaya Sindir PSI: Francine Tidak Paham, IPO Air Bersih Justru demi Warga Jakarta

AKURAT.CO PAM Jaya menanggapi penolakan politisi PSI, Francine Widjojo, atas rencana Perusahaan Umum Daerah Perusahaan Air Minum Jaya (Perumda PAM Jaya) melantai di bursa saham atau go public.

Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menilai Francine tidak memahami kondisi PAM Jaya pascahengkangnya dua operator swasta, Palyja dan Aetra, yang menyerahkan pengelolaan air sepenuhnya kepada perusahaan daerah.

"Kita mau kerja, bukan mau cari benar atau salah. IPO PAM Jaya sudah menjadi penugasan khusus Pak Gubernur Pramono Anung. Targetnya, IPO harus terlaksana tahun 2027," katanya, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga: Air Bersih Pam Jaya Mengalir, Warga Kampung Sawah Rasakan Kemerdekaan Setelah 25 Tahun

Prasetyo juga menepis tudingan Francine yang menyebut rancangan perda perubahan status hukum PAM Jaya bukan usulan dari komisi maupun fraksi di DPRD Jakarta.

Menurutnya jika eksekutif mengajukan usulan dan disetujui mayoritas fraksi, maka ranperda harus dijalankan.

"Kalau ternyata PSI menolak ya tidak apa-apa. Tapi niat ranperda ini agar air bersih bisa sampai ke tengah masyarakat Jakarta," ujarnya.

Baca Juga: Pam Jaya Tancap Gas, 95 Ribu Sambungan Baru Terpasang Sejak 2023

Prasetyo menegaskan bahwa IPO justru akan membuat PAM Jaya lebih profesional dan bertanggung jawab. Karena bukan hanya Pemprov Jakarta yang mengawasi tetapi juga publik dan investor.

"Jangan dipikir kalau IPO, pelayanan malah jelek. Justru sebaliknya, kalau go public, iklim kerja lebih baik dan pelayanan ke masyarakat bisa meningkat," jelasnya.

Data PAM Jaya menunjukkan cakupan jaringan air bersih baru 73,4 persen di seluruh Jakarta. Agar bisa IPO, cakupan harus tembus minimal 83 persen.

Baca Juga: PAM Jaya Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Rumah di Jakarta Kini Dapat Air Bersih Langsung dari Keran

"Sisa itu harus kami kejar. Direksi harus tunjukkan kinerja dulu ke masyarakat sebelum menawarkan saham ke investor," kata Prasetyo.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menargetkan dua BUMD segera masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni Bank Jakarta dan PAM Jaya.

Namun, Francine Widjojo tetap menolak langkah ini. Menurutnya, PAM Jaya lebih tepat berstatus perumda dengan orientasi pelayanan publik, bukan perseroda yang cenderung mengejar keuntungan.

Baca Juga: Khitan Massal Pecahkan Rekor MURI: PAM Jaya Tebar Manfaat, Beri Uang Saku hingga Pasok Air Bersih Warga Jakarta

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.