Akurat

15 Jurus Atasi Banjir Jakarta, Pengamat: Butuh Nyali Politik, Bukan Sekadar Seremoni

Herry Supriyatna | 8 Juli 2025, 23:55 WIB
15 Jurus Atasi Banjir Jakarta, Pengamat: Butuh Nyali Politik, Bukan Sekadar Seremoni

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus mengambil langkah tegas dan sistemik dalam mengatasi banjir yang terus berulang.

Pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY), menyebut, penanganan banjir tidak cukup dengan pendekatan reaktif, melainkan butuh nyali politik dan reformasi struktural.

“Banjir bukan hanya soal air, tapi soal kepemimpinan dan kesadaran kolektif. Jika tidak serius, Jakarta akan terus jadi langganan genangan,” kata SGY dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).

SGY menyampaikan 15 langkah strategis yang menurutnya dapat menjadi solusi jangka pendek, menengah, dan panjang bagi penanganan banjir di Ibu Kota.

Langkah pertama, katanya, adalah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat terkait. “Jika terbukti lalai, harus dicopot. Ini soal akuntabilitas,” tegasnya.

Selain itu, SGY menekankan pentingnya penempatan figur profesional di posisi strategis, optimalisasi fungsi Sodetan Ciliwung, Bendungan Ciawi dan Sukamahi, percepatan pembangunan tanggul laut di pesisir utara Jakarta, serta normalisasi 13 sungai utama.

Baca Juga: Swasembada Gula Jadi Target Nasional, Gibran: Anak Muda Harus Pimpin Revolusi Pertanian

Ia juga mendorong pembangunan embung, waduk, dan danau buatan, modernisasi pintu air dan pompa banjir, pelarangan buang sampah ke sungai, serta pembatasan ekstraksi air tanah yang dinilai mempercepat amblesnya permukaan tanah.

Langkah berikutnya termasuk evaluasi total sistem drainase kota, kewajiban membuat sumur resapan, dan pembangunan terowongan air bawah tanah seperti di Tokyo dan Kuala Lumpur.

SGY juga meminta Pemprov belajar dari negara lain seperti Singapura, Belanda, dan Italia dalam pengelolaan air dan antisipasi banjir.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini dan koordinasi lintas daerah di Jabodetabek.

“Jakarta tak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tanpa kolaborasi, upaya mengatasi banjir akan timpang,” tuturnya.

SGY menilai, jika langkah-langkah tersebut tidak dijalankan secara konsisten, maka risiko banjir akan terus menjadi ancaman tahunan bagi jutaan warga Jakarta.

Baca Juga: KSP: Perang Terhadap Narkoba dan TPPO Harus Sistemik dan Kolaboratif

“Ini waktunya bertindak, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.