Akurat

Parade Kereta Legendaris Meriahkan Perayaan 100 Tahun KRL Indonesia

Yusuf | 22 April 2025, 13:34 WIB
Parade Kereta Legendaris Meriahkan Perayaan 100 Tahun KRL Indonesia

AKURAT.CO Suasana Stasiun Jakarta Kota dipenuhi antusiasme dan nostalgia pada Selasa (22/4/2025) pagi, ketika rangkaian acara "100 Tahun Operasional KRL di Indonesia" memasuki salah satu momen puncaknya: parade spektakuler kereta rel listrik dari berbagai era. Parade ini menjadi bagian penting dari peringatan seabad perjalanan KRL di Tanah Air, perjalanan panjang yang mencerminkan evolusi teknologi, transportasi publik, dan sejarah Indonesia itu sendiri.

Dalam parade istimewa ini, publik diajak menyaksikan langsung deretan kereta ikonik yang pernah menjadi tulang punggung transportasi Jabodetabek.

Mulai dari kereta listrik tertua yang digunakan pada masa Hindia Belanda hingga KRL modern buatan lokal yang kini menjadi simbol kemajuan industri nasional, semuanya ditampilkan dalam satu lintasan waktu yang memukau.

Baca Juga: Viral Pelecehan Seksual di KRL, KAI Commuter Bakal Tindak Tegas

Dari Si Bon-Bon hingga KRL INKA: Jejak Perjalanan Seabad KRL

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menjelaskan bahwa parade ini menampilkan berbagai rangkaian kereta yang telah mengisi sejarah perkeretaapian listrik di Indonesia. “Mulai dari bon-bon ESS 8500, KRL Tokopedia, hingga berbagai seri impor seperti 6000, 7000, 203, 8500, dan JR205, semuanya hadir dalam parade ini,” ungkap Asdo dalam konferensi pers.

Yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah kemunculan Lokomotif Listrik ESS 3201, atau yang akrab dijuluki ‘Si Bon-Bon.’ Lokomotif bersejarah ini merupakan pionir dari elektrifikasi kereta di Indonesia, pertama kali beroperasi pada 6 April 1925 di jalur Tanjung Priok–Meester Cornelis (kini Jatinegara). Penampilannya dalam parade bukan hanya sebagai daya tarik visual, melainkan juga sebagai simbol dari dimulainya era transportasi modern di Indonesia.

Parade juga menampilkan dua unit kereta legendaris ‘Djoko Kendil’, serta rangkaian bertuliskan ‘JALITA’ yang menandai masa transisi menuju modernisasi layanan KRL di Tanah Air.

KRL seri 7000 juga mencuri perhatian karena dikenal sebagai kereta pertama yang menyediakan gerbong khusus perempuan, sebuah inovasi penting dalam upaya menciptakan transportasi publik yang lebih ramah dan inklusif.

Tak ketinggalan, parade ditutup dengan kehadiran KRL produksi PT Industri Kereta Api (INKA), produk buatan dalam negeri yang kini menjadi tulang punggung layanan KRL Commuter Line. Kehadiran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada impor, melainkan sudah mampu memproduksi kereta sendiri melalui kerja sama dengan CRRC China dan teknologi lokal.

Tak Hanya Parade: Rangkaian Kegiatan Penuh Makna

Selain parade kereta, KAI Commuter juga telah menggelar sejumlah acara untuk memeriahkan peringatan 100 tahun ini. Salah satunya adalah Fun Run KRL yang digelar pada 13 April 2025 lalu.

Ratusan peserta mengikuti rute dari Stasiun Juanda ke Stasiun Jakarta Kota, menyatukan semangat sehat dan kebersamaan dalam merayakan sejarah transportasi Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian acara, masyarakat akan diajak mengikuti Open Depo pada 7–8 Mei 2025 mendatang. Dalam agenda langka ini, masyarakat bisa melihat langsung proses perawatan dan pengelolaan armada KRL di depo terbesar se-Asia Tenggara. “Open Depo ini kami buka agar publik bisa mengenal lebih dekat bagaimana kami menjaga keandalan dan keamanan armada setiap harinya,” ujar Asdo.

Baca Juga: Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini, 3 Maret 2025: Kereta Paling Pagi dari Stasiun Palur Pukul 05.00 WIB

Membangun Masa Depan dari Jejak Sejarah

Asdo berharap seluruh rangkaian acara ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momentum reflektif dan inspiratif. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat dari perkembangan transportasi publik yang terus kami kembangkan. Ini juga bentuk apresiasi kami terhadap sejarah panjang KRL di Indonesia yang terus menjadi bagian penting dalam kehidupan urban,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R