Dermaga Wisata di PIK Dinilai Strategis, DPRD DKI: Harus Bisa Diakses Semua Kalangan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap membangun sebuah dermaga baru khusus kapal wisata di kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dermaga ini dirancang untuk mempercepat akses wisatawan menuju Kepulauan Seribu, salah satu destinasi bahari favorit di Ibu Kota.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, meminta agar proyek ini tidak hanya melayani kalangan tertentu.
Ia menekankan pentingnya dermaga PIK dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk warga biasa dan nelayan.
“Kami mendukung pembangunannya. Masyarakat dari semua kalangan harus bisa mengakses dermaga ini,” kata Rio, dikutip pada Rabu (9/4/2025).
Di sisi lain, Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan Pemprov agar tidak mengabaikan dermaga-dermaga lain yang sudah eksis seperti Marunda dan Kali Adem.
Menurutnya, fasilitas di sana harus ditingkatkan agar tetap kompetitif dan tidak kalah pamor dari dermaga di PIK.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bersyukur Dapat Dukungan Megawati Soekarnoputri
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, menegaskan, lokasi pembangunan dermaga dipilih karena Pemprov memang memiliki lahan strategis di Pantai Kita Maju Bersama, kawasan PIK.
“Letaknya dekat Bandara Soekarno-Hatta, hanya sekitar 10-15 menit. Jadi wisatawan dari luar kota atau luar negeri bisa langsung nyebrang ke Kepulauan Seribu tanpa harus masuk ke pusat kota,” jelas Syafrin.
Ia mengatakan proyek ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menggenjot pariwisata Kepulauan Seribu. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai pada 2027.
Selain dermaga baru, Pemprov DKI juga berencana menuntaskan pembangunan pelabuhan di sejumlah pulau, seperti Pulau Kelapa dan Pulau Pramuka. Tujuannya, memperkuat infrastruktur wisata bahari secara menyeluruh.
Saat ini, wisatawan bisa menyeberang ke Kepulauan Seribu melalui dermaga Kali Adem dengan kapal kayu atau kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif antara Rp44 ribu hingga Rp80 ribu.
Ada juga opsi lebih premium melalui Marina Ancol dengan tarif Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per orang.
Dengan adanya dermaga baru di PIK, pemerintah daerah Kepulauan Seribu menyambut positif rencana ini.
“Dermaga tambahan akan memperbanyak jalur masuk ke Kepulauan Seribu. Ini kabar baik untuk pariwisata kami,” kata Sonti Pangaribuan, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu.
Ia optimistis keberadaan dermaga baru akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisata, terutama dari wisatawan mancanegara.
Meski akses masih terbatas, Kepulauan Seribu tetap jadi favorit wisatawan. Saat libur Lebaran 2025 saja, tercatat 14.485 wisatawan menyeberang dalam tiga hari, dari 31 Maret hingga 2 April.
“Pulau pemukiman masih jadi primadona, disusul resort dan lokasi cagar budaya. Kami akan terus gencarkan promosi agar wisata Kepulauan Seribu makin dikenal,” ujar Sonti.
Dengan tambahan akses dan perbaikan infrastruktur, Kepulauan Seribu diyakini bakal jadi destinasi unggulan nasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bersyukur Dapat Dukungan Megawati Soekarnoputri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









