Ambisi Jakarta Jadi Kota Global Terancam Gagal karena Lemahnya Kepemimpinan

AKURAT.CO Ambisi menjadikan Jakarta sebagai kota global berpotensi kandas bukan karena masyarakat, melainkan lemahnya kepemimpinan.
“Kuncinya ada di kepemimpinan. Leadership. Bukan di masyarakat,” kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, arah transformasi Jakarta sangat bergantung pada visi dan konsistensi pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tanpa itu, gagasan besar hanya akan menjadi slogan.
“Kalau pemimpinnya tidak konsisten dan tidak punya visi jelas, ya ambisi itu akan gagal,” ujarnya.
Trubus menambahkan, hambatan terbesar justru sering muncul dari internal pemerintahan sendiri. Birokrasi yang tidak kompak dan minim keberlanjutan kebijakan menjadi pengganjal utama.
“Justru kadang hambatannya lebih besar datang dari pemerintah sendiri, baik di tataran pusat maupun daerah,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan Jakarta bertransformasi menjadi kota global setelah tidak lagi berstatus sebagai Ibu Kota Negara.
Baca Juga: Onad Terjerat Narkoba
Konsep “kota global” mencakup peningkatan daya saing internasional di bidang ekonomi, transportasi, lingkungan, teknologi, tata kota, dan kualitas hidup warganya.
Sejumlah kebijakan tengah disiapkan untuk mendukung transformasi tersebut, antara lain:
-
pengembangan transportasi publik terintegrasi dan rendah emisi,
-
digitalisasi layanan publik,
-
penataan ruang berbasis lingkungan (green city),
-
peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), serta
-
kolaborasi dengan kota-kota dunia untuk penguatan jaringan global.
Namun, berbagai tantangan masih membayangi, seperti kemacetan kronis, kualitas udara yang buruk, ketimpangan sosial, banjir, tata kelola pemerintahan yang belum optimal, serta inkonsistensi kebijakan antar-pemimpin di periode berbeda.
Sejumlah pengamat menilai, tanpa kepemimpinan visioner, konsisten, dan mampu memastikan keberlanjutan kebijakan, transformasi Jakarta menjadi kota global berisiko sekadar menjadi wacana dan slogan politik.
Baca Juga: SOKSI Bagikan 5.000 Paket Sembako untuk Rakyat dalam Rangka HUT ke-61 Golkar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 8Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 9PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana
- 10Zulkifli Hasan: Kesetiaan PAN ke Prabowo Bukan karena Hitung-hitungan Politik









