CFD Jakarta Ditiadakan Minggu Ini, Fokus Pengamanan Arus Balik Lebaran

AKURAT.CO Warga Jakarta harus menunda aktivitas berolahraga di jalanan Ibu Kota tanpa kendaraan bermotor akhir pekan ini.
Polda Metro Jaya resmi mengumumkan, pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Minggu (6/4/2025), dihentikan sementara seiring dengan tingginya volume kendaraan selama arus balik Lebaran.
Pengumuman ini disampaikan lewat akun resmi X (Twitter) TMC Polda Metro Jaya pada Sabtu malam, dan dikonfirmasi juga oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui unggahan di Instagram.
Alasan peniadaan CFD adalah untuk mengoptimalkan petugas dalam pengaturan lalu lintas di tengah padatnya arus kendaraan yang kembali ke Jakarta pasca-mudik.
Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016, yang memungkinkan pembatalan CFD jika terdapat kegiatan khusus yang membutuhkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas secara intensif.
Baca Juga: Drama TikTok Berlanjut: Trump Perpanjang Tenggat Pemblokiran hingga 75 Hari
Situasi arus balik Lebaran memang mulai memuncak. Satgas Operasi Ketupat Polri mencatat lonjakan signifikan kendaraan masuk ke Jakarta.
Dari Gerbang Tol Cikampek Utama, tercatat lebih dari 88 ribu kendaraan masuk ke Ibu Kota, sementara sekitar 20 ribu kendaraan keluar.
Di Gerbang Tol Cikupa, arus balik juga tinggi, dengan 52 ribu kendaraan masuk ke Jakarta.
Sementara itu, di Gerbang Tol Ciawi, lebih dari 44 ribu kendaraan tercatat masuk Jakarta, dan di Gerbang Tol Kalihurip, arah dari Bandung ke Jakarta, sebanyak 50.688 kendaraan melintas ke ibu kota.
"Volume kendaraan yang tinggi ini menunjukkan puncak arus balik sudah mulai terjadi dan diperkirakan terus meningkat hingga Minggu," kata Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat Polri.
Ia mengimbau para pengemudi untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan tetap prima agar perjalanan kembali ke Jakarta berlangsung aman dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










