Akurat

Pemprov Jakarta Tindak Lanjuti Keluhan Warga soal Bau Sampah di Sekitar RDF Plant Rorotan

Citra Puspitaningrum | 20 Maret 2025, 17:05 WIB
Pemprov Jakarta Tindak Lanjuti Keluhan Warga soal Bau Sampah di Sekitar RDF Plant Rorotan

AKURAT.CO Menyikapi keluhan bau tak sedap di sekitar RDF Plant Rorotan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asep Kuswanto, menggelar audiensi dengan warga, Kamis (20/3/2025).

Pramono menjelaskan, bau yang mengganggu warga disebabkan oleh proses commissioning atau uji coba yang tengah dilakukan di fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Proses ini bertujuan untuk menemukan pola operasi yang optimal, namun dilakukan dengan menggunakan sampah lama sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Padahal, teknologi RDF Plant Rorotan didesain untuk mengolah sampah baru.

Baca Juga: DLH Jakarta Diminta Bentuk Bank Sampah dan Percepat Pembangunan PLTSa

"Saya menginstruksikan DLH Jakarta untuk segera melakukan perbaikan," kata Pramono.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jakarta sepakat memasang alat pemantau kualitas udara di radius 4-5 kilometer sekitar RDF Plant Rorotan.

Dilakukan untuk membandingkan kualitas udara yang dipengaruhi oleh bau dengan udara yang tercemar dari kendaraan bermotor.

Menurut Pramono, Pemprov Jakarta akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan warga yang terdampak bau dari RDF Plant Rorotan.

Baca Juga: Pramono Harap Ada Penyesuaian Tipping Fee Agar Pengelolaan Sampah Lebih Baik

Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa pihaknya segera mengosongkan sampah lama yang tersisa 800 ton di dalam bunker dalam waktu tiga sampai lima hari ke depan.
Setelah itu, proses commissioning akan dilakukan tanpa sampah terlebih dahulu untuk memastikan seluruh mesin dan cerobong berfungsi dengan baik.

"Kami akan pastikan sistem deodorizer pada timbunan sampah berfungsi optimal dan kualitas gas buang memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku," ujarnya.

Menurut Asep, terkait mobilisasi kendaraan pengangkut sampah, truk compactor akan dicuci sebelum meninggalkan area RDF Plant.

Ruas jalan di sekitar lokasi juga akan dibersihkan secara berkala untuk meminimalisir bau yang ditimbulkan oleh air lindi.

Baca Juga: AHY Dipanggil Prabowo, Bahas Konversi Sampah Jadi Energi Listrik

Selain itu, DLH Jakarta telah memasang Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di area RDF Plant dan Jakarta Garden City (JGC) untuk memantau kualitas udara secara realtime dan transparan.

Pemprov Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan pengelolaan lingkungan dan pengendalian bau serta asap secara optimal sebelum peresmian RDF Plant Rorotan.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.