Akurat

Kakorlantas Polri: 30 Persen Pemudik Belum Kembali ke Tempat Asalnya

Dwana Muhfaqdilla | 16 April 2024, 14:08 WIB
Kakorlantas Polri: 30 Persen Pemudik Belum Kembali ke Tempat Asalnya

AKURAT.CO Masa libur Lebaran 2024 atau Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah sudah berakhir, sejumlah pemudik memutuskan untuk menunda kepulangan atau belum kembali ke tempat asalnya.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, angka pemudik yang belum kembali ke tempat asalnya mencapai 30 persen.

"Masih ada tersisa yang belum kembali ke Jakarta sekitar 30 persen, artinya angka tersebut kalau kita bagi dua pelaksanaan WFH hari ini dan besok berarti masing-masing tersisa 15 persen," kata Irjen Pol Aan Suhanan di Kantor Jasa Marga KM 70, Jawa Barat, Selasa (16/4/2024).

Baca Juga: Arus Balik Usai, Rekayasa Lalu Lintas One Way dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 72 Cipali Dihentikan Hari Ini 

Pada jalur wisata saat hari H hingga H+3 Lebaran, terdapat peningkatan volume kendaraan. Oleh karenanya, pihaknya telah melakukan beberapa rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

"Jalur wisata pada hari H sampai H+3 ini juga ada peningkatan dan kita juga melakukan beberapa kali rekayasa lalu lintas maupun pembatasan dengan ganjil genap," imbuhnya.

Sementara itu, arus balik dari jalur Pantura saat ini masih dalam batas normal, kepadatan kendaraan hanya terjadi di beberapa lampu lalu lintas yang terdapat di beberapa titik pada jalan tersebut.

"Untuk pantura dampak dari oneway terpantau ramai lancar, tidak ada kemacetan, tidak sampai stuck, pada saat traffic light ada antrean jalur pantura saat arus mudik dan balik secara umum lancar tidak ada kepadatan," ungkapnya.

Kemudian, mantan Dirgakkum Korlantas Polri ini menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan arus mudik balik lebaran 2024 hingga lancar.

"Kepada seluruh anggota Polri kemudian jasa marga dan seluruh stakeholder yang ada saya mengucapkan terima kasih, segala daya dan upaya teman teman di lapangan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.