Gembong Warsono, Banteng DKI Itu Telah Berpulang

AKURAT.CO Gembong Warsono kelahiran Wonogiri, 8 Juni 1963 telah berpulang. Sosok yang malang melintang dalam jagad perpolitikan Ibu Kota merupakan kader partai banteng yang aktif di DKI, mengembuskan napas terakhir di RS Pertamina pada Sabtu (14/10/2023), pukul 01.32 WIB.
Kabar berpulangnya Gembong beredar luas sejak pagi tadi. Eks Gubernur DKI Anies Baswedan, yang menjadi sasaran kritik Gembong selama periode 2017-2022, ikut membagikan kabar duka ini. Gembong bakal dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
“Kami dulu sering berjumpa, mendiskusikan perbedaan-perbedaan dengan pikiran terbuka dalam semangat demokrasi,” kata Anies, mengenang Gembong.
Baca Juga: Profil Gembong Warsono, Curahkan Hidupnya Di Dunia Politik
Gembong memulai karier politiknya dari bawah, dengan bergabung menjadi kader PDIP pada 2000. Dirinya aktif di Jakarta Selatan yang merupakan daerah pemilihannya.
Postur badannya mungil, namun gaya bicaranya santun, terstruktur, dan tidak meledak-ledak. Sekretaris Fraksi PDIP, Rio Sambodo menyebut almarhum merupakan sosok periang yang bisa membuat cair suasana, dan loyal terhadap partai.
Gembong termasuk politisi di DKI yang mudah dikontak wartawan membahas isu-isu terkini. Ketika kursi Wagub DKI kosong, lantaran Sandiaga Uno memilih mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, Gembong turut mengeritisi lemahnya Anies menunjuk wakil.
Baca Juga: Relawan Anies Tantang Politisi PDIP Gembong Warsono Debat Terbuka
Kosongnya kursi wagub, kata Gembong, disebabkan tarik-menarik yang kuat antara Gerindra-PKS, yang belakangan dimenangkan oleh Gerindra. Salah satu yang ngotot menjadi wagub yakni almarhum M Taufik selaku Ketua DPD Gerindra dan Wakil Ketua DPRD DKI.
"Namanya juga usaha," kata Gembong, menyinggung ngototnya Taufik yang akhirnya gagal menjadi Wagub DKI.
Baca Juga: Bendera PDIP Dibakar Massa, Gembong Warsono: Kami Sudah Laporkan ke 6 Polres se-DKI
Berpulangnya Gembong juga meninggalkan duka Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Budi menganggap Gembong sebagai abang yang bekerja keras memperjuangkan hak-hak warga DKI.
Heru yang kali terakhir berjumpa Gembong sekitar dua pekan yang lalu, selalu mengingat almarhum sebagai sosok yang bekerja keras.
"Turut berduka cita atas berpulangnya sahabat saya, abang saya, Pak Gembong Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








