Proyek Sekolah Rp208 Miliar Diduga Asal Jadi, DPRD Geram Disdik Jakarta Dituding Kangkangi Hukum

AKURAT.CO Suatu senja yang panas, di ruang-ruang megah namun pengap oleh birokrasi, sebuah pertanyaan menggantung tajam untuk siapa sebenarnya anggaran ratusan miliar digelontorkan?
Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta kini menjadi sorotan terang, bahkan silau. Kritik datang tidak sekadar seperti angin lalu. Ini badai.
Dari pengamat hingga wakil rakyat, semua satu suara. Disdik terlalu lihai menyembunyikan sesuatu yang seharusnya terang benderang.
"Itu sudah bisa dikatakan bentuk mengangkangi jajaran Komisi E itu sendiri," kata Trubus Rahardiansyah, pengamat kebijakan publik, dalam sambungan telepon, Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Dinas Pendidikan Jamin Tidak Ada Penyimpangan dalam Proyek Rehabilitasi Sekolah di Jakarta Barat
Dia merujuk pada sikap Disdik Jakarta yang menolak membuka rincian rencana anggaran biaya (RAB) proyek rehabilitasi sekolah, terutama item berkode 1.3 kepada Komisi E DPRD Jakarta.
Tak hanya soal data ditutup rapat-rapat tetapi juga mutu bangunan yang mencurigakan.
Trubus mengungkapkan kejanggalan demi kejanggalan, dari spesifikasi tidak sesuai hingga gedung-gedung baru yang sudah rusak sebelum sempat dipakai sepenuhnya.
"Ini aneh. Harusnya kontraktor masuk daftar hitam," katanya.
Baca Juga: Jadi Beban Orangtua, Dinas Pendidikan Didesak Hapus Wisuda Sekolah
Di gedung paripurna yang lain, suara lantang juga datang dari Fraksi Partai Gerindra.
Anggota Fraksi Gerindra, Ryan Kurnia Ar Rahman, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap proyek rehabilitasi sekolah yang menyedot dana ratusan miliar dari APBD 2023. Namun hasilnya jauh dari pantas.
"Fraksi Gerindra meminta pemprov lebih tegas dan selektif dalam mengawasi kontraktor pelaksana pembangunan sekolah-sekolah bermasalah," ujarnya, dalam rapat pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, pada Senin (16/6/2025) lalu.
Salah satu proyek yang menjadi titik api dalam polemik ini adalah rehabilitasi empat sekolah negeri di Jakarta Barat, bernilai fantastis Rp95 miliar.
Baca Juga: Program Sekolah Swasta Gratis di DKI Jakarta Sedang Dikaji Dinas Pendidikan
Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Yudha Permana, mendesak agar seluruh rincian RAB, terutama bagian misterius berkode 1.3 dibuka dalam rapat resmi yang juga dihadiri oleh kontraktor.
"Kami ingin tahu anggaran itu dibelikan apa saja. Harus transparan," katanya, pada Kamis (12/6/2025).
Namun, transparansi bukan barang murah di lingkungan birokrasi.
Trubus bahkan menantang Komisi E untuk serius menindak.
Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Sekolah Adakan Study Tour ke Luar Kota
"Kalau serius, berani enggak mereka gandeng Kejati DKI," tandasnya.
Di tengah hiruk pikuk kritik dan kecurigaan, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, akhirnya buka suara.
Dia berjanji akan mengevaluasi seluruh proyek yang berada di bawah Dinas Pendidikan.
"Kami akan memperkuat pendampingan. Proyek harus tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya," ujarnya singkat namun penuh harap.
Baca Juga: Kepala SDN 02 Cikini Bikin Kontroversial, Dinas Pendidikan Turun Tangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






