Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Sekolah Adakan Study Tour ke Luar Kota
Citra Puspitaningrum | 15 Mei 2024, 20:05 WIB

AKURAT.CO Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melarang sekolah menggelar kegiatan study tour atau kegiatan perpisahan ke luar kota. Larangan ini sebagai peringatan atas tragedi pelajar SMK Depok yang menjadi korban dari kecelakaan bus di Subang, Jawa Barat.
Pelaksana tugas (Plt) Kelola Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo mengatakan, larangan kegiatan sekolah ke luar kota sudah dituangkan ke dalam surat edaran (SE) yang diterbitkan sejak 30 April 2024.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran tentang mekanisme kelulusan peserta didik, mulai dari pengumuman kelulusan sampai pasca. Itu ada bunyinya satuan pendidikan dapat mengadakan kegiatan penyerahan peserta didik pada orang tua wali di lingkungan satuan pendidikan," kata Purwosusilo dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5/2024).
Dia menjelaskan melalui SE itu, pihaknya meminta satuan pendidikan untuk mengadakan kegiatan di lingkungan sekolah bukan diuar kota. "Jadi tidak ke mana-mana, hanya di sekolah masing-masing menggunakan fasilitas yang ada. Kalau ada sekolah yang melakukan itu berarti dia perlu pembinaan saya," ujarnya.
Dia berpandangan, kegiatan perpisahan di luar sekolah selain membutuhkan biaya tambahan dan tak jarang membebankan orang tua juga beresiko karena rawan terjadi kecelakan rombongan study tour.
"Satu memberatkan biaya, kedua beresiko. Insyaallah di Jakarta sudah memahami, karena kami sudah sosialisasi," tuturnya.
Sebelumnya, satu dari tiga rombongan bus SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024) sore.
Kecelakaan tersebut diduga terjadi karena rem bus yang blong. Saat melewati jalan menurun bus tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyebrangi jalur berlawanan dan menabrak mobil Feroza bernomor polisi D 1455 VCD.
Setelah menabrak mobil Feroza, bus terguling. Posisi ban kiri berada di atas. Lalu, bus tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.
Kemudian, bus terhenti usai menghantam tiang listrik di bahu jalan. Penumpang bus berserakan di jalan. Akibat dari kecelakaan ini, 11 orang tewas, terdiri dari sembilan siswa, satu guru, dan satu warga lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








