Singapura Siapkan Skema Baru untuk Pekerja Terdampak AI

AKURAT.CO Pemerintah Singapura mulai menyiapkan strategi perlindungan tenaga kerja menghadapi ancaman disrupsi kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan perubahan struktur ekonomi global.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah program “career bridges” atau jembatan karier untuk membantu pekerja yang rentan terdampak teknologi berpindah ke pekerjaan baru yang masih relevan dengan keterampilan mereka.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rekomendasi Economic Strategy Review (ESR), kajian strategi ekonomi jangka panjang Singapura yang diumumkan pemerintah pada Mei 2026.
Baca Juga: Singapura Susun Peta Jalan Ekonomi di Tengah Ancaman AI
Dikutip dari laman TheStraitsTimes, program tersebut disusun untuk menjaga stabilitas lapangan kerja di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor industri.
Dalam laporan ESR disebutkan bahwa pekerja yang paling berisiko terdampak AI dan otomasi perlu mendapat dukungan transisi agar tidak tertinggal dalam perubahan ekonomi.
“Career bridges” dirancang agar pekerja dapat berpindah ke profesi lain yang masih memiliki keterkaitan dengan pengalaman dan kemampuan sebelumnya.
Pemerintah Singapura juga menilai transformasi digital akan mengubah banyak jenis pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, peningkatan keterampilan atau reskilling menjadi fokus utama dalam strategi ekonomi baru negara tersebut.
Komite ESR menyebut perusahaan perlu mendorong pelatihan AI secara lebih luas kepada pekerja agar adopsi teknologi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga tenaga kerja lokal.
Selain pelatihan, Singapura juga berupaya menarik talenta global dan tenaga profesional berkeahlian tinggi untuk memperkuat daya saing ekonominya. Namun pemerintah menegaskan strategi tenaga kerja asing tetap harus melindungi peluang bagi warga lokal.
Baca Juga: Prabowo Bangga Gaji Hakim Indonesia Lebih Besar dari Malaysia dan Singapura
Tekanan terhadap pasar kerja Singapura saat ini juga datang dari kondisi ekonomi global yang semakin tidak menentu. Konflik geopolitik di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok global mulai memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Pada kuartal I 2026, ekonomi Singapura tumbuh 4,6% secara tahunan, melambat dibanding kuartal sebelumnya. Pemerintah memperingatkan konflik global dapat meningkatkan inflasi dan memperbesar tekanan biaya hidup masyarakat.
Meski demikian, Singapura tetap optimistis transformasi ekonomi berbasis teknologi dapat membuka peluang pekerjaan baru dengan nilai tambah lebih tinggi.
Dalam rekomendasi ESR, pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan berada di kisaran atas 2-3% dalam satu dekade mendatang melalui penguatan inovasi, teknologi, dan pengembangan industri baru.
Penyusunan strategi ekonomi tersebut melibatkan lebih dari 7.700 pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, serikat pekerja, asosiasi industri, hingga masyarakat umum.
Pemerintah berharap hasil kajian ini menjadi fondasi baru bagi ekonomi Singapura di era AI dan ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








