BI Siapkan 3 Skenario Jaga Rupiah Imbas Konflik Timur Tengah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah antisipatif terhadap tekanan global dengan mengkalibrasi instrumen intervensi rupiah, menyusul eskalasi perang di Timur Tengah yang berdampak pada pasar keuangan dan harga komoditas global.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, bank sentral telah menyiapkan tiga skenario respons berdasarkan pergerakan harga minyak dunia rendah, menengah, hingga tinggi yang akan menentukan arah kebijakan stabilisasi nilai tukar.
“Kami terus mengoptimalkan di moneter tiga instrumen intervensi dengan kecukupan cadangan devisa dan diperkuat dengan kebijakan suku bunga,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Penukaran Uang Baru PINTAR BI Periode 3 Apakah Ada? Ini Penjelasan Resmi Bank Indonesia
Secara teknis, BI mengandalkan strategi triple intervention, yakni intervensi di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Kebijakan ini ditopang oleh kecukupan cadangan devisa yang menjadi bantalan utama stabilitas eksternal Indonesia.
BI mencatat, eskalasi konflik geopolitik telah berdampak luas terhadap indikator ekonomi global. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 direvisi turun menjadi 3,1% dari sebelumnya 3,2%.
Di sisi lain, inflasi global meningkat dari 3,8% menjadi 4,1%. Kenaikan inflasi ini mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global, terutama di negara maju.
Baca Juga: Apa Peran Bank Indonesia dalam Pengawasan Transaksi Digital?
Selain itu, tekanan juga datang dari pasar keuangan. BI mengungkapkan telah terjadi aliran modal keluar (capital outflow) dari negara emerging market, termasuk Indonesia, seiring penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury.
Kondisi ini berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan pasar obligasi domestik.
“Dampak perang Timur Tengah ini memengaruhi banyak faktor, mulai dari harga minyak, inflasi global, hingga aliran modal dan yield US Treasury. Karena itu kami menakar respons kebijakan secara menyeluruh,” kata Perry.
Dalam konteks kebijakan suku bunga, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% pada RDG Maret 2026. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga tetap masing-masing di level 3,75% dan 5,50%.
Keputusan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 2,5±1% pada periode 2026–2027.
Perry menegaskan, perubahan sikap kebijakan ini juga tercermin dari dihilangkannya sinyal penurunan suku bunga dalam pernyataan resmi BI.
“Kemungkinan penurunan suku bunga kami hilangkan karena fokus kami saat ini adalah menjaga stabilitas melalui intervensi dan kecukupan cadangan devisa,” ujarnya.
Secara historis, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin sejak September 2024, termasuk 125 basis poin sepanjang 2025. Namun sejak Oktober 2025, BI memilih menahan suku bunga untuk merespons dinamika global yang semakin tidak pasti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









