Akurat

Thomas Djiwandono: Stress Test Bukti Bank Nasional Tetap Solid

Esha Tri Wahyuni | 20 Februari 2026, 12:30 WIB
Thomas Djiwandono: Stress Test Bukti Bank Nasional Tetap Solid

AKURAT.CO Bank Indonesia menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap solid di tengah tekanan eksternal global. Penegasan itu disampaikan Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono, dalam penampilan perdananya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Thomas mengungkapkan bahwa hasil liquidity stress test menunjukkan industri perbankan mampu menghadapi skenario tekanan eksternal.

“Liquidity stress test telah dilakukan oleh Departemen Surveilans Makroprudensial, Moneter, dan Market (DSMM) di mana hasil stress test itu juga menunjukkan ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal,” ujar Thomas secara daring, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, BI: Ini Hanya Sementara

Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi pasar, terutama di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga global, volatilitas arus modal, dan risiko geopolitik.

Tak hanya menyoroti stabilitas perbankan, Thomas juga menekankan pentingnya membangun komunikasi strategis terkait prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. BI, kata dia, tengah mempersiapkan koordinasi lintas lembaga untuk menyusun narasi ekonomi yang lebih terintegrasi.

“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut, dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan bahkan OJK ke depannya untuk membangun sebuah narasi yang terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang akan datang di kemudian hari,” jelasnya.

Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga kepercayaan investor global serta mempertahankan peringkat kredit Indonesia di tengah kompetisi antarnegara dalam menarik arus modal.

Thomas resmi menjabat Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 setelah dilantik pada 9 Februari 2026. Sebelumnya, ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI pada 26 Januari 2026 dan terpilih pada hari yang sama.

Baca Juga: BI Rate Ditahan Lagi di 4,75 Persen pada Februari 2026

Dirinya ditunjuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI per 13 Januari 2026 dan kini menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Sebelum masuk ke bank sentral, Thomas merupakan Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024, pada masa Presiden ke-7 RI Joko Widodo hingga era pemerintahan Prabowo Subianto.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Thomas menegaskan peran komunikasinya di BI tidak akan mengurangi independensi bank sentral.

“Saya mengambil peran komunikasi tanpa mengurangi independensi bank sentral,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, peran tersebut serupa dengan yang dijalankannya saat membantu Kementerian Keuangan menyusun desain anggaran transisi pemerintahan.

Menanggapi spekulasi publik terkait latar belakang politik dan keluarga, Thomas menyebut hal tersebut sebagai fakta yang tidak bisa dihindari. Namun, ia meminta publik menilai dirinya berdasarkan rekam jejak profesional.

Thomas juga membantah isu bahwa dirinya telah dipersiapkan sejak awal untuk menjadi Gubernur BI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.