Akurat

Belanja Negara Tembus Rp809 Triliun, Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I Tembus 6 Persen

Yosi Winosa | 23 Februari 2026, 20:16 WIB
Belanja Negara Tembus Rp809 Triliun, Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I Tembus 6 Persen

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5–6%.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa target mengatakan, pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 dipatok sebesar 5,4%.

“Proyeksi pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,5 sampai 6 persen dan full year 2026 kalau di APBN kan 5,4 persen, tapi kita akan dorong ke arah 6 persen juga,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,11 Persen Sepanjang 2025

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memastikan belanja negara berjalan optimal sejak awal tahun. Realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 ditargetkan mencapai Rp809 triliun sebagai stimulus utama penggerak ekonomi.

Purbaya menjelaskan, percepatan sejumlah program strategis akan menjadi penopang utama pertumbuhan, antara lain kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp62 triliun.

Kemudian, pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri sebesar Rp55 triliun, penanganan bencana di Sumatera sebesar Rp6 triliun, serta paket stimulus ekonomi kuartal pertama sebesar Rp15 triliun.

“Saya harap itu akan dipastikan untuk mendorong ekonomi di triwulan pertama tahun 2026 ini,” ujarnya.

Dari sisi konsumsi dan investasi, pemerintah memperkuat program pembangunan 30 ribu KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dengan dukungan pembiayaan Rp90 triliun. Selain itu, pembangunan dan renovasi perumahan dialokasikan Rp20 triliun.

Pemerintah juga mendorong percepatan groundbreaking sejumlah proyek prioritas senilai USD7 miliar atau setara sekitar Rp110 triliun guna mengakselerasi investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Faktor musiman libur Imlek dan Lebaran serta kebijakan WFA turut menopang aktifitasi konsumsi masyarakat pada teroran pertama tahun 2026 ini,” tutur Purbaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.