Akurat

BI Masuk Jaringan Nexus, Transfer Lintas Negara Makin Cepat dan Murah

Hefriday | 3 Februari 2026, 11:50 WIB
BI Masuk Jaringan Nexus, Transfer Lintas Negara Makin Cepat dan Murah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) resmi bergabung penuh dalam proyek Nexus yang diinisiasi Bank for International Settlements (BIS), sebuah langkah strategis untuk memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran lintas negara.

Melalui keanggotaan ini, BI akan mengintegrasikan sistem pembayaran instan nasional, BI-FAST, dengan jaringan Nexus yang menghubungkan berbagai sistem pembayaran cepat antarnegara.

Lima bank sentral lain yang telah lebih dulu terlibat adalah Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).

Baca Juga: Isu Politik Dinilai Tak Relevan dalam Pengangkatan Deputi Gubernur BI

Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan, bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Nexus bukan hanya bersifat teknis, tetapi berdampak langsung pada masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam memperkuat sistem pembayaran lintas negara yang efisien dan terjangkau.

“Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Perry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Perry menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi dari luar negeri. Dengan sistem pembayaran lintas negara yang terhubung langsung, biaya transaksi dan waktu pengiriman dana diyakini dapat ditekan secara signifikan.

Selain remitansi, integrasi BI-FAST dengan Nexus juga dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk melakukan transaksi lintas negara secara lebih mudah dan aman. Konektivitas pembayaran yang tanpa hambatan menjadi fondasi penting dalam memperkuat perdagangan dan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara kawasan.

Baca Juga: BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa Hadapi Volatilitas Global

Sebagai informasi, proyek Nexus diluncurkan BIS pada 2021 dengan tujuan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (instant payment systems/IPS) antarnegara. Pada 2025, proyek ini memasuki fase implementasi dengan berdirinya Nexus Global Payments (NGP), entitas yang mengoordinasikan operasional Nexus secara global.

BI yang sebelumnya berstatus special observer kini menyatakan komitmen untuk berpartisipasi penuh sebagai anggota Nexus. BI juga akan memastikan bahwa pengembangan BI-FAST tetap sejalan dengan kepentingan nasional, termasuk menjaga kedaulatan sistem pembayaran.

“Proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional,” tegas Perry.

Langkah BI ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 serta sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity (RPC) ASEAN yang dicanangkan pada 2022. Penguatan konektivitas regional ini juga mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang menjadi prioritas G20.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi